Berangkat dari niat baik dua organisasi profesi guru, yakni Agus Salim Bebe Kewa sebagai Ketua Agupena Flores Timur dan Maksimus Maksan Kian sebagai Ketua PGRI Flores Timur, keduanya mencoba berkolaborasi dengan penandatangan MOU untuk kerja-kerja literasi 2024.


Penandatangan tersebut di sekretariat PGRI Flores Timur, yang juga kediaman ketuanya, Maksimus Maksan Kian. Mereka bersepakat untuk kembali menggelorakan Flores Timur sebagai “Kabupaten Literasi”.


Ini adalah angin segar bagi semangat membangun daerah yang didambakan para penggiat literasi di Flores Timur.


“Salah satu kesepakatan dari penandatangan MoU tersebut adalah upaya penerbitan buku opini pendidikan karya guru-guru se-Kabupaten Flores Timur,” Maksimus Maksan Kian menjelaskan saat wawancara singkat dengan wartawan golagongkreatif.com.




