Profil Pengelola TBM: Miko Anak Muda di Balik Keberhasilan TBM Cendekia Az Zahro

Oleh: Naufal Nabilludin

Edi Jatmiko, atau yang akrab dipanggil Miko, adalah sosok muda yang penuh semangat dalam mengembangkan dunia literasi di Lampung Tengah. Lahir di Lampung pada tahun 2003, Miko kini menjadi pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Cendekia Az Zahro, sebuah lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat.

TBM Cendekia Az Zahro sendiri sebenarnya merupakan bagian dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Cendikia yang didirikan pada tahun 2018. Namun, seiring waktu, TBM ini memisahkan diri pada tahun 2022 untuk lebih fokus dan berkembang secara mandiri.

Miko, yang saat itu adalah salah satu guru di PKBM melihat ada potensi besar dalam bidang literasi yang bisa dikembangkan lebih dalam.

“Aku lihat ada potensi untuk bisa berkembang lebih di bidang literasinya. Kalau bagian dari PKBM, cuma jadi bagian dari perpustakaan, dan sedikit yang bisa mengakses,” ujarnya mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di salah satu kampus swasta di Lampung itu.

Dengan tekad dan inisiatif yang kuat, Miko bersama tim mengurus administrasi TBM secara formal setelah memisahkan diri dari PKBM. Keputusan ini membuka peluang baru bagi TBM untuk mengadakan lebih banyak kegiatan literasi dan mengundang lebih banyak orang untuk mengaksesnya.

“Setelah jadi TBM, kegiatannya lebih luas, gak sekedar peserta PKBM aja. Lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya dari keberadaan TBM ini, kata Miko menjelaskan perubahan yang terjadi setelah status TBM menjadi lebih independen.

Bagi Miko, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Awalnya, ia tidak memiliki ketertarikan sama sekali di bidang pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menemukan kebahagiaan dalam mengelola TBM, terlebih saat melihat anak-anak belajar dan membaca buku dengan antusiasme tinggi.

“Awalnya gak ada ketertarikan sama sekali di bidang pendidikan. Setelah menjalani, selama beberapa waktu ada rasa happy, seneng ngejalaninnya, seneng ngeliat anak-anak belajar dan baca buku,” kenang Miko tentang awal mula keterlibatannya.

Sebagai pengelola yang juga bertanggung jawab dalam urusan administratif, Miko memiliki peran penting dalam mencari peluang-peluang yang mendukung perkembangan TBM. Salah satu pencapaian besar adalah bantuan berupa rak buku dan 1000 buku dari Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas), dan yang terbaru bantuan pemerintah untuk komunitas literasi dari Badan Bahasa.

“Adanya TBM ini akhirnya bisa mengajukan 1000 buku dan bantuan komunitas literasi. Hal seperti ini belum tentu bisa dilakukan di sekolah. TBM ini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin membaca buku dan belajar selain di sekolah,” jelas Miko tentang manfaat yang didapatkan oleh TBM setelah memisahkan diri dari PKBM.

Peran anak muda seperti Miko sangat penting dalam pengelolaan TBM ini, terutama dalam hal administratif dan mencari peluang. Tanpa semangat dan kerja kerasnya, TBM Cendekia Az Zahro mungkin tidak akan berkembang sepesat sekarang.

Kini, TBM ini menjadi salah satu tempat belajar yang semakin dikenal masyarakat, menyediakan ruang bagi siapa saja yang ingin mengasah pengetahuan dan keterampilan literasi mereka.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==