(Menyoroti berbagai aktivitas ospek yang dinilai kurang etis atau terkesan bodoh jika dilihat dari sudut pandang pendidikan, para senior cenderung memanfaatkan kekuasaannya untuk semena-mena kepada mahasiswa baru. Deti, 29 Oktober 2024.)


oOo

Tampangnya orang terpelajar
Gelagatnya seorang mahasiswa
Sayang, kelakuannya terbilang kurang ajar
Miris diperlakukan kepada sesama
Apa kata orang tentang dunia perkuliahan?
Majukah sistem pendidikannya?
Pola pikirnya?
Atau tradisi ospek tiap tahun?
Seharusnya, pengenalan kampus tak jadi ajang mencari pengakuan
pribadi
Biar dikata hebat
Supaya dianggap senior yang mesti disembah sampai ke bawah tumit
Atau menjadikan ini sebagai momen agar orang lain seperti anjing yang
sudi menjilat
Jangan berlagak seperti tuan-nyonya besar
Malu dengan otak kalian yang sekecil kotoran kambing
Apa gunanya berbuat begitu?
Semena-mena dengan alasan, “Kalau maba ya harus nurut!”
Kalian pikir, dengan mencantumkan kegiatan berciuman itu bagus?
Apalagi sesama jenis?
“Sama pasangan gak malu, sama temen sendiri kok gak mau?”
Kata senior yang kebelet dipuji-puja dengan muka garang padahal lucu
Itu tindakan keji
Bukti bahwa kalian adalah pribadi mesum
Seorang biadab yang mencetak nama di kartu mahasiswa
Ini bukan baru pertama kali terjadi
Entah sudah berapa banyak kasus model kayak begini
Hampir di berbagai pulau
Universitas di Indonesia menerapkan sistem penerimaan mahasiswa yang
tak mencerminkan bahwa mereka orang berilmu
Mulai dari yang dianjurkan minum oli
Meminum ludah
Ikut seleksi dengan cara militer
Bahkan dipaksa berhubungan intim
Maba bukan seorang budak fantasi
Mereka datang bukan ikut seleksi casis
Di pundak mereka ada harapan orang tua
Mimpi dan cita-cita dari anak daerah agar jadi orang baik
Mereka datang bermodalkan doa ayah ibu
Dengan beberapa lembar uang bahkan kurang dari kata cukup
Mata orang tua yang berkaca-kaca menjadi saksi dari cinta dan sayang
kepada anaknya
Tapi apa yang kalian buat kepada mereka?
Kalian menajiskan semangat belajar mereka
Mengikis mental dengan laku bobrok
Memalukan mereka dengan tindakan pelecehan
Mereka bukan calon angkatan bersenjata
Yang bersiap maju di medan perang
Bukan pula calon bintang dunia malam
Sehingga kalian melatihnya dengan fantasi nafsu yang membara
Di mana kedewasaan kalian sebagai makhluk berpikir?
Orang-orang bijak yang telah ditempa dengan pengetahuan hingga
perguruan tinggi?
Di mana letak moral dan adab itu?
Di dengkul atau di bokong yang tiap paginya masuk ke toilet?
⋇⋆✦⋆⋇
Wahai senior kampus
Yang katanya punya kuasa
Yang dibilang paling berpengaruh di prodi maupun tingkat Fakultas
Nilainya berapa, sih?
Lulusnya mau kapan?
Jangan sampai, ospeknya dengan muka merah biar kelihatan berwibawa
Eh, nantinya malah ikut program ulang di kelas adik semester
Renungkan secara pribadi, kuliahnya sudah sampai mana?
Jangan sampai, besok-besok jadi penghuni tetap di kampus
Jadi artefak almamater
Yang bersembunyi di balik alasan ingin mengayomi setiap mahasiswa
prodi
Baik yang baru maupun yang sudah beruban
Berhentilah dengan budaya konyol saat ospek
Calon mahasiswa itu seharusnya diberi bekal
Dari cara manajemen waktu,
Persiapan diri, baik raga maupun mental
Kenalkan jenis-jenis tugas yang akan dihadapi
Bagaimana cara mengerjakannya
Bahkan tips-tips memilih organisasi supaya kuliahnya tidak berantakan.
Tapi kenapa?
Kenapa kebalikan dan tidak sesuai konteks dalam dunia pendidikan?
Yang kalian ajarkan adalah cara bertahan hidup ala militer
Cara memuaskan pelanggan seperti kupu-kupu malam atau gigolo di luar
sana
Apakah itu kampus?
Kewajiban ospek mahasiswa baru?
Ini sih lebih pantas dikatakan tempat perbudakan
Engkau tuan, dan maba adalah budak
Seberapa banyak aturan tuannya
Janganlah sekali-kali budak menolaknya
Sebab ada konsekuensi kalau melawan
Maba yang polos
Tidak tahu apa-apa
Dalam benak mereka,
“Mungkin syarat untuk diterima sebagai masyarakat kampus harus
lakukan ini.”
⋇⋆✦⋆⋇
Wahai para senior
Untukmu yang merasa diri paling tinggi
Contohkan budaya yang bagus dan beradab untuk seluruh adik-adik
semester
Supaya nantinya, mereka yang telah dididik itu kembali mendidik dengan
cara yang terpelajar
Membuktikan, bahwa anak perkuliahan adalah benar-benar manusia yang
terdidik
Baik secara moral sebagai manusia, ketrampilan dan juga pengetahuan
sebagai mahasiswa
Hentikan tradisi bodoh yang mengakar sejak dulu
Putus rantai senioritas yang membelenggu
Sudahi segala carut marut saat ospek
Karena di sini, kita datang untuk dididik dan keluarnya untuk mendidik.
Kupang, 24/September/2025


Sumber :


TENTANG PENULIS: Hesky Rohi, seorang mahasiswa asal Kupang, Nusa Tenggara Timur yang
masih bergelut dengan tugas akhir dan beberapa mata kuliah program ulang. Orang muda kelahiran 2002 ini memiliki mimpi menjadi penulis yang mampu menebar kebaikan lewat setiap tulisannya.


PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:


