Puisi Minggu: 5 Puisi MN Fazri Tentang Aku dan Buku

Puisi MN Fazri
Rasa Kantuk

Rasa kantuk di pelepah mataku
mengusir keseriusan pada buku yang kutelan
ia, merajai setiap deras merah
maka aku kumpulkan tulang-tulang yang kalah
akibat rasa lelah
ku kuasai pelepah
mata dengan memakan tulang
yang tadi ku kumpuli
tulang-tulang itu terlihat pasrah
seraya teriak
“Ayo, habisi aku! kamu harus menyelesaikan buku itu!”

12 April 2024
Ruang Perpustakaan

Puisi MN Fazri
Lapuk Dimakan Usia

Di ujung sana
ia memojok berderai air mata
hujan deras menambah pilu lembaran di dalamnya
tak ada yang mendekatinya

manusia lebih memilih yang sempurna
dihiasi plastik dan cover yang cerah
ia semakin kecewa, hingga air mata sudah tak ada
dan bergegas membuat salam perpisahan

“Aku dulu adalah rangkaian kalimat utuh, semua menyukaiku.
lalu mereka pergi, bukan karena salahku, tapi mereka tak menjagaku. aku lapuk dimakan usia, lembaran kata di dalamnya sudah usang untuk dibaca ulang.”

20 April 2024
Teras Rumah

Puisi MN Fazri
Duduk Bersamaku, Kau Akan Mahal

Duduk bersamaku, telusuri jejak-jejak tinta memuat berbagai ikatan
Aku siap memberimu pengalaman
wawasan, pengetahuan dan kejutan

aku adalah ramuan yang engkau sedang butuhkan
Duduk bersamaku, kau akan mahal
tuan-tuan besar akan mengajakmu datang ke tempat gelap
akan bacaan, tulisan dan rak-rak rupawan

“Duduk bersamaku! Aku jamin engkau kaya ke depan.”

Yonif 320
15 April 2024

Puisi MN Fazri
Kata Rindu dalam Buku Itu, Mengingakanku

Pada halaman 27 dalam buku yang kubaca
kalimat “Jika ia telah bahagia dengan keluarga kecilnya, mengapa engkau bersedih?”

Tak disengaja, penuh sekali bayangan semu di masa lalu
memenjarakanku pada lembaran selanjutnya
Berdiam sejenak. Aku terbawa arus nostalgia
Pada teks yang seharusnya tak kubaca
ia menuai kontroversi dengan hati

Buku itu berbicara dengan santun
membalas setiap pertanyaan-pertanyaan yang menyepi
dalam hati bertahun lamanya
ia telah sampai pada jawaban

“Engkau perlu keluar dengan sangat hati-hati, menerima lembaran baru yang siap mengisi kalimat bahagia di dalamnya.”

Kamar Tidur
28 April 2024

Puisi MN Fazri
Pemberian Abah

Setumpuk buku pemberian abah
berdebu pekat, tidak pernah dijamah
dua tahun setelahnya, nampak kosong
tidak ada tumpukan apa-apa
semua tidak ada yang menyesal
kecuali anak kecil yang selalu bersama abah
ia menangis, mengingat setiap tempat
kala abah membaca buku
seraya mengabarkan pada tuan
“Abah semalam menangis meminta buku-buku itu dikembalikan.”

Perpustakaan Rumah Dunia
1 Mei 2024

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

SEGERA TERBIT EDISI 20/I/19 MEI 2024:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==