Sang Ummi
Oleh: MN Fazri
Sosok putih mengawali hari
Ia datang pada seorang ummi
dibacakan kata-kata mulia nan tinggi
Irama, intonasi dan gaya menaburi
hati demi hati
Sang ummi bergetar hebat
ditemuinya, keringat membanjiri
Jemari dan mulut terkunci
Ia diam memasung
menguasai akal
tetap tenang berdamai
Ia dituntun, dibekali hikmah
Terang di dalam, bahagia di luar
Sang ummi bersedia, menghadap Tuhan
seraya mengatakan
“Ini wahyu pertama”
Serang, 09 Maret 2024

Hati Demi Hati
Oleh: MN Fazri
Hati demi hati gemerlap
Ia muncul menampakkan harap
pada malam, bintang mencuat
terang seterang tanda
sajak-sajak wahyu di negeri surya
Hati demi hati berbunga
menemukan raga
berdiam diri di atas langit fana
berbaur dengan angkasa
Laksana air syurga menaungi
para hamba
Hati demi hati ramai
Terisi cahaya di balik malam
Bulan menyapa
Bintang memanggil
Pada seisi bumi, memenuhi kemuliaan
Kamar Tidur, 11 Maret 2024

Senja di Ramadhan
Oleh: MN Fazri
Sejak pagi, bulan tak nampak
Ia tertidur lelap
Sembunyi di balik matahari
Ia siap-siap, memberi cahaya
pada alam di bumi
Senja muncul
Ramai kepala
Bersuci diri menempati
baris-baris terdepan
Ia lepaskan senyuman
Senja hari ini
ditangisi banyak rupawan
Ia bergegas datang
pada Ramadan
Berbondong-bondong meraih kemenangan
Jalan raya, 12 Maret 2024

Lumpur
Oleh: MN Fazri
Tanah suci telah datang
Orang-orang riang
bahagia menjemput senang
Bersiap penuh suka
Memenuhi petahana syurga
Beberapa orang lainnya diam bersahaja
Hirau, biasa saja
di tubuhnya banyak lumpur
Ia diamkan tenang
Berjalan santai, tertawa garang
Lumpur-lumpur pekat
menempel pada bagian
ruang tubuh, ia sudah abadi
Sejak saat menyelam
tanah suci pun tak bisa lagi mengobati
Manusia-manusia lumpur
Rumah, 06 Maret 2024

Kainku
Oleh: MN Fazri
Putih kainku dipakai
berjalan kepada kantong-kantong kemiskinan
putih kainku digenggam
melihat orang-orang mengaji di pelataran
Putih kainku dilihat
Bergerak menuju ilmu nan peradaban
Putih kainku didengar
Memiliki irama-irama menenangkan
Ia mulai berubah
Hitam tersandung tinta
Putih kainku menjelma hitam
rusak, pekat
Memicu kerusuhan
Menimbulkan pertikaian
Kainku hitam
Lalai mengingat Tuhan
Kainku hitam
Tumpul diajak belajar
Kainku hitam
Terpapar kesombongan
Masjid, 10 Maret 2024

TENTANG PENULIS:

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.


PUSI EDISI 13/I/31 MARET 2024:


