Puisi Minggu: 5 Puisi Muhammad Gibrant Aryoseno tentang Dunia Pendidikan

Muhammad Gibrant Aryoseno
Kata Pengantar

  1. Saya diantar Ibu ke depan gerbang sekolah
    lalu dilepas secara sepihak dengan dadah.
  2. Bapak membantu saya mengerjakan tugas matematika.
    Baginya yang pecah bukan bilangan tetapi bangsa.
  3. Si Anjing mengajari saya cara berbicara di depan prajurit,
    (dan ketika ada masalah datang)
    si Anjing juga yang mengajari saya cara lari terbirit-birit.
  4. “Mbak, tolong perhatikan tulisan saya.”
    Dan si Mbak melongo melihat indahnya hati saya.
  5. “Hari ini sudah tidak ada tugas lagi.
    Kalian cari saja topik terkini untuk mengakhiri masa studi.”

Maka saya mencari topik yang berseni:
mencari diri di dalam sunyi.

Muhammad Gibrant Aryoseno
Bahan Skripsi

Saya berkunjung ke rumah
guru-guru lama saya
mencari bahan skripsi.
Tapi sayangnya guru-guru lama
saya sudah mati
karena gaji mereka tak pernah
cukup memenuhi
kebutuhan sehari-hari.

Muhammad Gibrant Aryoseno
Tujuan Penelitian

Sayang, pergilah ke altar yang suci itu.
Di dalam sepi, lambat-lambat kau sadari
tulisan muncul pada dinding-dindingnya.
Itu aku. Itu musik jiwaku.
Temui aku di dalam sendu dan peluklah aku.
Bersama rindumu yang menggebu-gebu
mari kita habiskan waktu dengan haru.
Kini kau tahu, bukan? Ini terkait pertanyaanku
yang pernah aku utarakan padamu:
“Apa tujuan hidupmu?”
Kini kau bisa menjawabnya dengan tegas:
“Mencarimu. Tempatku berpulang.”

Muhammad Gibrant Aryoseno
Matematika

kita semua anak-anak muda yang pintar matematika
terkadang berjalan terlalu jauh atau terlalu dekat
atau terlalu terkungkung atau terlalu berani
atau terlalu takut atau terlalu angkuh
di atas dunia

kita terlalu sibuk menghitung-hitung
menerka-nerka hari-hari
mencipta-cipta teori
meninggi-ninggikan angan
memilah-milah induk paragraf
memasuk-masukkan fenomena pada retorika
mengata-ngatakan sewenang yang kita benar

sampai akhirnya kita lupa
terkadang hal-hal terkecil dari dunia
mendorong kita jatuh
membuat kita luluh
membawa kita kembali jauh
pada tempat pulang paling asyik
yang menerima dan memeluk kita
apa adanya
tanpa kerumitan
matematika

Muhammad Gibrant Aryoseno
Salah Jurusan

/1/

Setelah sempat terjebak macet
di jalanan yang buram itu
akhirnya ojek saya sampai di depan stasiun.

PASTI SAMPAI
Begitu tulisan di atas pintu masuknya.
Sementara jam di atasnya seakan berkata,
“Lari, anak muda! Kereta sudah hampir purna!”

Dengan terburu-buru saya berlari mengejar
kereta yang hampir terbangun dari tidurnya.
Mengantre di dalam barisan, menunggu
tiket dan kartu identitas saya dicocokkan.

/2/

Semalam sebelum berangkat Ibu berpesan,
“Kalau di jalan jangan sampai buta dan tergesa.”
Bapak, di sisi lain, bertuah sambil mengopi,
“Penting jaga diri. Jangan sering-sering jelalatan.
Jangan lupa arah, sering-sering baca petunjuk,
dan sering-sering dengar pengumuman pengeras suara.”

/3/

Saya duduk di kursi kereta saya dan menghadap jendela.
“Indahnya,” ucap saya sambil merapikan tas saya.
Lokomotif berbunyi; kereta berangkat.
Baru sadar saya salah jurusan ketika kereta
yang saya tumpangi melewati terowongan tanpa

arah dan tujuan: dikekang gelap berkepanjangan.

Saya membuka tas saya, membaca petunjuk—
membaca tiket. Mengingat-ingat pengumuman
yang berbunyi lewat pengeras suara stasiun.

Saya hanya bisa menangis sebab tahu
tak ada jalan untuk kembali dan mengulang.
(Kereta) Saya yang salah jurusan berjalan
dengan jeg-jeg dan tut-tut paling merdu,
membawa saya ke pengasingan: tempat di mana
saya tak tahu kepada siapa harus berpegangan.

TENTANG PENULIS: Muhammad Gibrant Aryoseno, lahir di Kulon Progo, DIY. Biasa menulis novel, cerpen, dan puisi. Karya-karyanya dapat dijumpai di beberapa media daring, termasuk di laman media sosialnya (@gibrantha di Instagram). Novelnya “Machine with a Heart” adalah pemenang Wattys Indonesia 2022 kategori fiksi ilmiah. No. HP : 089677034719.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==