Rak Buku: Loneliness is My Best Friend

Rasa sepi tersebut dibahas secara mendalam satu per satu dengan gaya bahasa yang seperti mengajak pembacanya bertatapan langsung. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan memposisikan dirinya sebagai seseorang yang mengajak pembaca berbicara melalui tulisannya, berbagi kisah, dan memberikan tips menarik untuk mengatasi kesepian.

Pembukaan buku ini diawali dengan perkenalan akan rasa kesepian itu sendiri. Penulis menggambarkan kesepian sebagai sesuatu yang hidup yang mengajak pembaca untuk berteman dan berdamai dengannya. Pesan moral yang didapatkan sejak awal adalah penulis ingin pembaca tidak lagi membenci rasa kesepian, tetapi bisa berusaha untuk berteman bahkan untuk berdamai dengan rasa kesepian tersebut.

Topik besar yang selanjutnya dibahas, yaitu “Aku Nggak Punya Sahabat”. Topik besar ini terdiri dari 9 bab yang membahas rasa kesepian terkait hubungan pertemanan dan persahabatan. Hal yang unik dalam topik besar ini adalah penulis tidak memposisikan sebagai seseorang yang menasehati, tetapi sebagai seseorang yang memahami dengan baik permasalahan pembaca dan ingin menjadi teman bagi pembaca.

Penulis juga membahas hal yang sangat relate pada hubungan pertemanan, yaitu kebiasaan memberikan ‘stempel’ pada teman. Tidak hanya itu, penulis juga memberikan sudut pandang yang berbeda terkait
pertemanan sehingga pembaca mendapatkan gambaran akan peran teman, ‘season’ pertemanan, pemahaman pada diri sendiri dan teman, bentuk circle yang tidak hanya sebatas circle pertemanan, hingga pentingnya berteman dengan diri sendiri. Pembahasan dengan sudut pandang yang berbeda ini mengajak pembaca untuk bisa memahami keadaan dan tidak mementingkan egonya sendiri.

Pembahasan terkait pertemanan masih dilanjutkan pada topik besar selanjutnya yang terdiri dari 11 bab. Bahasan pada topik besar ini lebih dalam. Memberikan gambaran bagaimana pertemanan yang baik dan tidak, hingga memberikan tips-tips untuk menemukan teman baru. Pesan moral dari kedua topik besar ini yaitu harapan penulis kepada pembaca untuk menjadi teman terbaik bagi diri sendiri, terlebih di saat sepi melanda. Penulis juga berharap pembaca bisa menjadi versi terbaik ketika menemukan pertemanan baru, serta tidak memberikan ekspektasi berlebih di dalam sebuah pertemanan, persahabatan, maupun
hubungan lainnya.

Rasa kesepian yang dibahas dalam topik besar selanjutnya adalah rasa kesepian akibat merasakan rumah yang tidak terasa seperti ‘rumah’. Penulis memberikan bahasan yang penuh pemahaman akan kondisi pembaca yang merasa ingin mendapatkan kasih sayang dan kondisi rumah yang hangat. Konsekuensi dari rasa cinta yang dalam dan kehilangan, memahami orang tua yang juga sebenarnya kesepian, hingga pemahaman akan kasih sayang dari Tuhan dibahas dengan lengkap dalam 5 bab.

Topik besar selanjutnya membahas tentang rasa sepi karena tidak merasakan cinta dalam 5 bab. Bahasan dalam buku ini sangat relate dan memahami pembaca yang kesepian karena merasa sendiri, tetapi penulis juga memberikan pemahaman bahwa ada keindahan dalam kesendirian. Pemahaman itu dibahas dengan menarik dan lembut, bahwa selalu ada kasih sayang Tuhan walaupun dalam kesendirian, perlindungan dari cinta yang salah, mimpi dan kehidupan yang lebih indah dari sekedar hidup untuk cinta, hingga mindset tentang pernikahan. Buku ini juga membahas bahwa rasa sepi tidak hanya cenderung terjadi pada orang yang berkepribadian introvert, tetapi juga orang ekstrovert hingga ambivert.

Akhir buku ini membahas dua topik besar yaitu “Latihan Berteman Sama Diri Sendiri” dan “Berdamai Dengan Kesepian”. Bahasan topik tersebut dalam buku ini dikemas dengan baik dan mendalam. Penulis tidak hanya memberikan tips, pemahaman, serta pandangannya terkait kedua topik, tetapi juga pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh nyata bahwa penulis juga pernah mengalami hal yang serupa dengan pembaca yang merasa kesepian akan beberapa hal. Sangat mudah dipahami dan bisa dimengerti dengan baik.

“Ekspektasi adalah sumber datangnya kesepian.” Salah satu dari sekian quotes yang cukup menampar saya ketika membaca buku ini. Masih banyak quotes yang terasa menyentil, tetapi sangat relate dengan apa yang saya rasakan sebagai pembaca. Hal ini membuat saya menyadari bahwa buku ini sangat layak untuk dibaca di tengah ramai dan sibuknya kehidupan sehari-hari. Cover yang menarik, gaya bahasa yang ringan, sudut pandang yang baik, hingga pengangkatan topik yang relate dengan kehidupan sehari-hari membuat saya ingin merekomendasikan buku ini untuk dibaca semua orang.

Identitas Buku
Judul : Loneliness is my best friend
Penulis : Alvi Syahrin
Tahun : 2022 (cetakan pertama)
2023 (cetakan kedua)
Penerbit : Alvi Ardhi Publishing
ISBN : 978-623-97002-2-5
Kategori : Self-Improvement

(*)

TENTANG PENULIS: Rahmasari, seorang penulis yang menyukai petualangan penuh makna lewat kata-kata. Ia mengajak pembaca untuk menjelajahi imajinasi dan dunia yang tak terbatas melalui buku-
buku yang ia terbitkan, novel online, hingga berbagai buku antologi. Jika sedang senggang, ia
suka bermain dengan kucing kesayangan.

RAK BUKU mulai Mei 2024 tayang satu minggu sekali, setiap hari Rabu. Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku,  penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==