Buku Tertuju Padamu pernah bersaing dengan beberapa penyair hebat lainnya, yaitu Mario F Lawi (Lelaki Bukan Malaikat, Gramedia), Dewi Kharisma Misellia (Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, Gramedia) dan beberapa sastrawan Indonesia lainnya.

Dalam puisi yang berjudul Gerbong Kereta Api, menggambarkan sosok penyair yang kritis melihat secara dalam sebuah realita kehidupan namun dengan karakter penulis atau penyair yang pendiam namun mampu menyihir para pembaca dengan baik-baik yang indah
Kereta terus melaju memaknai waktu, dan aku memilih diam saja sambil terbangun-mangu
(Di dalam gerbong kereta api)

“Di buku ini, Abdul Salam HS lebih banyak menggunakan diksi-diksi suram, kelabu dan pengap,” ungkap oleh Dimas Indiana Senja dalam kata pengantarnya yang menyoroti tentang karakter karya tersebut. Sebagian besar potret puisi yang ditulis oleh penyair Abdul Salam HS adalah gambaran kelam atas perubahan yang terjadi akibat modernitas yang melaju begitu cepat.


