Film dengan bahasa Jawa Serang ini berkisah tentang keikhlasan, tentang hakikat hidup yang sejatinya bukan soal kepemilikan, tapi fasilitas hidup adalah hak pakai.
Dengan tokoh utama bernama Tono, film ini menyuguhkan tentang realitas yang akrab di kehidupan kita sehari-hari, namun seringkali kita abai bahwa selalu ada hikmah yang bisa kita petik.


Sutradara Film Memiliki dan Kehilangan, RG Kedung Kaban menjelaskan bawah film ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas PKL siswa SMK Muhammadiyah Pontang jurusan Produksi Film.
“Dengan budget dan tenaga profesional yang terbatas. Garapan film ini sebenarnya semi serius, belum standar untuk pembuatan film. Namun ini menjadi batu loncatan untuk karya yang lebih baik,” jelasnya.

RG menjelaskan, film yang dibuatnya bersama SMK Muhammadiyah Pontang dilirik oleh perusahaan main dealer sepeda motor Honda Banten, PT Mitra Sendang Kemakmuran.
“Tahun 2025, InsyaAllah kita akan membuat film yang lebih serius lagi bersama Honda Banten. Nantinya akan ditayangkan di event-event Honda Banten,” kata RG.
“Nanti kita akan lebih banyak tenaga profesionalnya dibandingkan film ini, bahkan nanti akan open casting dan menerima naskah dari luar,” tambahnya.



