Setiap sholat, pikiran saya masih ke mana-mana, ke urusan duniawi. Begitu berjejalnya di pikiran, hal-hal yang belum selesai seperti amanah sebagai Duta Baca Indonesia, ingin keliling dunia, menulis novel Bulan Bulat Perak yang masih tertunda, keempat anak, dan tentu urusan di hari tua nanti karena saya tidak punya passive income.
Di Surat Al Baqarah Ayat 45-46 dijelas arti khusyuk dalam Sholat, “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Di literatur ada banyak cara agar sholat bisa khusyuk. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk sholat khusyuk:
- Wudhu yang khusyuk: Berwudhu dengan khusyuk, tanpa mengobrol
- Membaca doa setelah wudhu: Membaca doa setelah berwudhu
- Membaca ta’awudz dan surat An-Nas: Membaca ta’awudz dan surat An-Nas sebelum sholat
- Mengerjakan sholat dengan benar: Mengerjakan sholat sesuai tuntunan, dengan tuma’ninah, dan niat ikhlas
- Memahami makna bacaan sholat: Memahami arti bacaan sholat agar dapat menghayati setiap ucapan
- Menghayati makna setiap ayat al-Qur’an: Menghayati makna setiap ayat al-Qur’an yang dibaca
- Tidak memikirkan hal lain: Tidak memikirkan hal lain selain rukun atau kesunnahan yang sedang dilakukan
- Menjauhkan hal yang mengganggu: Menjauhkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti lapar
- Menganggap sholat sebagai kebutuhan: Menganggap sholat sebagai kebutuhan, bukan kewajiban atau beban
- Ikhlas niat: Ikhlas niat sholat hanya karena Allah, bukan karena riya atau terpaksa
Semoga saya bisa menerapkannya nanti, pelan-pelan. Doakan saja, ya. Semoga Resolusi 2025 memperbaiki sholat yang tidak khusyuk terwujud.
GG/AI/Berbagai suber



