Pesawat kami sampai di Kota Kupang sekitar pukul 13.10 WITA setelah berputar-putar di udara karena angin kencang pada puncak kemarau di NTT yang sedikit menjadi hambatan saat pesawat hendak mendarat.
Setelah mendarat, saya memutuskan untuk beristirahat di Alfa Expres untuk membeli makanan ringan guna mengganjal perut yang lapar sambil berkabar pada teman-teman yang akan dituju. Satu diantaranya saya berkabar dengan salah satu penyair perempuan NTT, Mezra E. Pellondou.



Kami mengatur janji, tak lama saya di jemput beliau kemudian diajak berkeliling kota Kupang setelah menyempatkan diri untuk menjemput putrinya Kyrie di sekolahnya. Setelah menjemput Kyrie kami lanjut ke De Museum JKK, di sana kami telah di tunggu oleh anggota Komunitas SkulMus Sherly dan Kiko Komunitas SkulMus akan mengadakan agenda Rekam Kota bulan Oktober nanti.

Saya diundang sebagai salah satu seniman yang akan ikut berpameran di sana. Maka kedatangan saya pada momen ini adalah untuk sekedar survei lokasi pementasan sebuah museum tua yang berusia sekitar 400 tahun lebih. Yang tak jauh dari gereja yang juga berusia lebih dari 400 tahun.


Sungguh sebuah pengalaman istimewa berkeliling Kota Kupang menyelami masa lalu dari sudut-sudut kota terlupakan.





