Buku jilid kedua Balada Si Roy ini saya beri judul “Avonturir”. Diksi ini pada era 1980-an belum umum dipakai. Orang-orang lebih senang menggunakan diksi “adventurer” atau “petualang”. Tadinya buku ini mau saya beri judul “Avonturir Bandel”, terasa lebih nendang.


Kata “avonturir” merupakan serapan dari bahasa Belanda avonturier. Artinya sama dengan artinya dalam bahasa Indonesia, yaitu seseorang yang suka bertualang. Saya suka dengan judul buku ini. Saya mengumpulkan bahan-bahannya pada rentang 1985-87; saat itu saya keliling Indonesia selama 2 tahun. Tadinya buku ini mau digarap jadi film Balada Si Roy sequel kedua. Tapi sequel pertamanya tidak box office, tampaknya batal.
Gol A Gong/Foto: saat di atas truk dari Banjarnegara menuju Dieng, 1986




