Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak konsisten, sulit dipegang pendiriannya, atau tidak memiliki keteguhan hati dalam mengambil keputusan. Bisa juga menggambarkan situasi yang tidak stabil atau terus berubah-ubah.
Sarapan Kata 79: Bagai Air di Daun Talas

