Gong Smash Menurut Anggit Wicaksono

“Takdirku mungkin hampir serupa dengan Gol A Gong ; sama-sama difabel. Lengan kirinya buntung, sebelah mataku tidak bisa melihat. Beliau jauh lebih senior, dan konsen di bidang olah raga badminton lalu literasi. Sedangkan aku bukan siapa-siapa. Aku hanya salah satu dari sekian banyak pembaca tulisannya yang merasa bahagia ketika buku “Gong Smash” terbit. Pasti bakal ada semangat baru setelah membacanya. Dan memang benar adanya.

Anggit Wicaksono

#gongsmash
#golagong
#epigraf

Denik Erni Tentang Gong Smash, Buku Terbaru Duta Baca Indonesia

“Minder itu manusiawi. Itu bagian dari introspeksi. Kita punya kekurangan. Maka coba tutupi dengan sesuatu yang baik, yang positif.” (Gong Smash!)

Ya, hal-hal positif pula yang saya dapatkan dari buku Gong Smash (Dari Raket ke Pena Dari Lapangan ke Petualangan). Karya terbaru Gol A Gong – Duta Baca Indonesia.

Gong Smash (Epigraf, Agustus 2021) – buku setebal 260 halaman ini langsung selesai saya baca. Sebenarnya kemarin siang bukunya tiba di rumah. Namun tidak saya buka dulu pembungkusnya. Banyak hal yang harus saya bereskan kemarin. Kalau sudah dibuka pasti langsung ingin dibaca. Kalau sedang membaca kemudian terhenti rasanya tidak enak. Maka harus bersabar menunggu hari ini.

Tanda Tangan Gong Smash Dimulai

Tanda tangan Gong Smash.
Mau saya kasih cap bibir?

PPKM diperpanjang.
Penerbit Epigraf di Bandung.
Saya di Serang.

Akhirnya halaman pertama dikirim lewat kurir berkuda. Saya ngebut tanda tangan. Beres nanti malam, langsung dikirim dengan burung merpati.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)