Anak-anak yang terdampak antusias mengikuti pembelajaran darurat yang diberikan relawan yang ada di sana.
Sekolah Darurat Pengungsian Eputobi Flores Timur

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Anak-anak yang terdampak antusias mengikuti pembelajaran darurat yang diberikan relawan yang ada di sana.

Adapun isi pesan itu adalah sebuah tuntutan guru yang berbunyi Pak tolong terbitkan undang-undang perlindungan guru

Kepala SDI Nobo, Yosefina Wain, menyampaikan apresiasi dan terima kepada PGRI Flores Timur yang memberikan perhatian kepada anak anak korban bencana erupsi gunung Lewotobi.

Guru bantu guru. Itu yang terhadi di organisasi PGRI Flores Timur. Ternyata yang terdampak erpusi gunung Lewotobi banyak juga yang berprofesi guru.

Setelah menyerahkan bantuan di posko utama yang diterima Camat Wulanggitang, Tim Edukatif PGRI anak-anak bermain bersama di salah satu ruangan.

PGRI Flores Timur menyarankan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Flores Timur agar dapat memberikan penugasan secara khusus kepada Komunitas Guru Penggerak.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur memberikan apresiasi untuk gerakan kemanusian para guru Flores Timur baik melalui organisasi profesi, maupun melalui sekolah.

Bantuan dari para guru untuk korban erupsi Gunung Lewotobi akan terus diberikan oleh para guru secara bertahap. Bantuan baik melalui wadah PGRI, maupun sekolah yang turun langsung ke lokasi.

PGRI akan terus bergerak mengajak para guru se Nusantara, untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada korban erupsi gunung Lewotobi.

Bernadina, guru SMK Sura Dewa merasa sangat bersyukur karena kepedulian dan kebersamaan SMK Sura Dewa untuk bisa meringankan saudara-saudaranya yang terkena dampak erupsi gunung Lewotobi

Kreativitas anak muda Kanasta lewat kesenian ini bukan hanya soal tampil di panggung tapi tentang sikap peduli kepada sesama saudara yang sedang terkena musibah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Flores Timur untuk dapat memberikan penugasan khusus kepada guru penggerak untuk mendampingi anak-anak korban erupsi gunung Lewotobi.

Tim kolaborasi yang terdiri sejumlah organisasi ini, bergerak dari Sekretariat PGRI Kabupaten Flores Timur yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, RT 17, RW 004 Kelurahan Sarotari Tengah, Kecamatan Larantuka

Seperti pernah kami lakukan pada bencana seroja di Adonara dan Lembata, PGRI Flores Timur melakukan yang sama di pengungsian erupsi Gunung Lewotobi