Beruntunglah kita, karena diberi oleh Tuhan 2 telinga yang bisa mendengar. Tapi bagaimana dengan teman tuli? Saya bertemu dengan mereka dan bercakap-cakap.
Ngobrol dengan Teman Tuli di Kota Tarakan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Beruntunglah kita, karena diberi oleh Tuhan 2 telinga yang bisa mendengar. Tapi bagaimana dengan teman tuli? Saya bertemu dengan mereka dan bercakap-cakap.

Setiap traveling, selalu kucicipi kuliner setempat. Kopi Aseng Kota Tarakan, termasuk wisata kuliner yang wajib dicicipi. Berdiri sejak 1949, bangunannya tetap tempo doeloe.

Saya bercerita, bahwa saat kecil saya sekolah di TK Al Kautsar. Saya nakal. Saya tidak mau masuk ke dalam kelas, tapi saya berlari ke luar sekolah. Di seberang jalan ada yang jualan es krim. Saya berlari tanpa menoleh kiri-kanan. Wajah anak-anak cemas,

Rendy Aditya, Ketua Forum Kalimantan Utara mengatakan, “Dengan adanya diskusi ini, para pegiat literasi atau pengelola TBM mendapatkan wawasan tentang pengelolaan komunitas literasi dari Duta Baca Indonesia.”

Hal unik dari diskusi ini adalah pemaparan para narasumber diterjemahkan dalam bahasa isyarat kepada para peserta yang tuli. Bagi Gol A Gong, ini pengalaman mengesankan. Diskusi jdi terhenti sejenak karena sedang ada komunikasi tanpa suara dengan bahasa isyarat.

Dengan literasi yang kuat diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Tarakan. Acara ini memberi semangat baru bagi pegiat literasi Kalimantan Utara.