Becak, jam dinding, dan manequin telanjang setengah badan perempuan tanpa kepala dan kaki. Maksudnya apa? Tebak saja sendiri.
Instalasi di Museum Literasi Gol A Gong

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Becak, jam dinding, dan manequin telanjang setengah badan perempuan tanpa kepala dan kaki. Maksudnya apa? Tebak saja sendiri.

Sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025, saya harus terus berkampanye literasi baca-tulis. Ini adalah bentuk kampanye brutal saya.

Ketika saya menempeli dinding ruang keluarga di Museum Literasi Gol A Gong, saya merasa terbang ke masa lalu. Bahagia sekali.

Tias Tatanka – Pendiri dan relawan Rumah Dunia Aku sedang membereskan ruang kerja di Museum Literasi Gol A Gong ketika melihat setumpuk kertas yang mulai …

SDM lokal saya maksimalkan. Saya tidak terlalu menuntut harus sempurna tapi lebih pada memberi lapangan pekerjaan kepada mereka.

Setelah beranda di areal Museum Literasi Gol A Gong, ada yang aku beri nama aviliun. Isinya perjalanan dunia lierasi di Banten.

Tias Tatanka – Relawan Rumah Dunia… pun pada pintu rumah kita,di mana kebebasanku mengembara. Aku lupa ini puisiku yang judulnya apa. Hahaha. Seingatku draftnya ditulis …

Sudah setahun saya membangun Museum Literasi Gol A Gong. Ini rumah kedua untuk menyimpan buku, yang dari hari ke hari semakin banyak saja. Di raeal …

Kebiasaan bertanding badminton membuatku sehat dan siap berkompetisi. Menang dan kalah tetap kompetitif .

Duduk ngopi dan baca buku di beranda rumah adalah kenikmatan tiada tara.

Museum Literasi Gol A Gong dengan tagline “untuk masa depan” sudah mulai memasang pintu dan jendela. Doakan lancar, ya.

Museum Literasi Gol A Gong
Memoribiliaku, istriku, keempat anakku, teman-temanku
Untuk anak-cucu-cicitku nanti
Supaya tahu siapa ayah -kakeknya
Buyutnya Nenek moyangnya

Tahu kaset album musik? Tanya deh sama ayah-ibumu yang lahir tahun 60-70-an. Itu barang vintage.

Ruang kerja yang menginspirasi sangat penting bagi Gol A Gong. Tentu harus banyak buku berjejer, karena itu memancing pikiran dan imajinasinya dalam menulis.

Saya beruntung masih mengalami menulis dengan mesin tik. Terasa sekali perjuangannya. Kalau sudah salah harus di-tipX.

Sebelum dikenal istilah backpacker atau travel writer, saya sudah melakukannya di era 1980-90.

Museum Literasi Gol A Gong kali ini memunculkan tulisan tentang peristiwa bergantinya Makodim jadi Mall Serang di alun-alun Kota Serang, September 2005.