Kadang dalam hidup — atau bahkan dalam perjanjian — kita harus meneguk pahitnya kesepakatan, syarat, atau kesulitan lebih dulu, agar tak menyesal belakangan. Jangan biarkan manis di awal berubah jadi getir di akhir, hanya karena kita enggan membicarakan hal-hal penting dari awal.
Sarapan Kata 123: Pahit Dahulu Manis Kemudian

