Peribahasa ini mencerminkan sifat manusia yang terkadang materialistis, dimana hubungan atau perhatian bergantung pada keuntungan materi semata, bukan pada ketulusan hati atau nilai-nilai yang lebih mendalam.
Sarapan Kata 43: Ada Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang Abang Melayang

