Tam Lihe tak sekadar menceritakan, ia menguliti perasaan pembacanya, membawa mereka masuk ke dalam relung-realung terdalam jiwa manusia.
Buku Baru: Manusia Amatiran

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Tam Lihe tak sekadar menceritakan, ia menguliti perasaan pembacanya, membawa mereka masuk ke dalam relung-realung terdalam jiwa manusia.

Anda kecewa dengan pemimpinmu? Kotamu yang tidak berkembang? Tulis saja puisi. Seperti Tam Lihe, penulis keturunan Baduy, yang menumpahkan kekecewaannya tentang Banten lewat puisi. Nikmati kopimu, Kawan!

Dakwah lewat puisi adalah cara yang efektif. Memang tidak langsung mengubah keadaan, tapi itu bisa jadi penyejuk jiwa-jiwa yang mati.