Saya paling suka mendatangi perbatasan. Melaka di NTT, Entikong di Kalimantan Timur, dan Merauke di Tanah Papua. Kali ini Pulau Sebatik di Kalimantan Utara.
Ke Malaysia Tinggal Loncat Saja Jika di Pulau Terluar Sebatik

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Saya paling suka mendatangi perbatasan. Melaka di NTT, Entikong di Kalimantan Timur, dan Merauke di Tanah Papua. Kali ini Pulau Sebatik di Kalimantan Utara.

Jika sekolah, kampus, atau komunitasmu ingin traveling sambil nulis buku ke Singapura bersama Gol A Gong.

Ayo, traveling sambil nulis buku bersama Gong Traveling. Ini bukan sekadr traveling lalu shoping tapi jadi warga Singapura selama 3 hari kemudian dituliskan dan diterbitkan.

Souenir Papua itu beragam; mulai dari noken, koteka, dan mahkota. Terbuat dari bulu burung cendrawasih.

Kota Kupang udaranya panas, karena banyak karang. Maka taman kota sangat dibutuhkan warganya, agar tidak kepanasan.

Dalam kunjungannya Duta Baca Indonesia berinteraksi bersama anak-anak, dengan menanyakan nama, kegiatan keseharian mereka, hingga cita-cita. Pada kesempatan itu Duta Baca Indonesia juga bercerita tentang dampak positif yang diperolehnya dari membaca buku. Lalu membagikan pulpen dan kertas mewarnai dari Sekolah Enuma Indonesia.

Setelah alun-alun kami melihat Kampung Warna-warni dari atas jembatan. Cukuplah untuk melihat dari atas, aku tidak turun karena malas naik kembalinya.

Congcot terdiri dari dua jenis, ada yang disebut Congcot Bear (beras mentah) dengan berbentuk beras huma yang dibungkus, ada juga Congcot Pengkel (beras yang sudah matang) berupa nasi, yang diikat menggunakan daun aren atau kawung orang baduy menyebutnya.

Pernah nonton film Yowis Ben Nah, kampung Wana Warni ilah yang jadi setting lokasi utama.

Makan, makan, makan. Saat traveling, maka harus jadi kegiatan utama.

Khong Guan adalah kudapan yang melegenda. Setiap lebaran harus selalu ada di meja makan, bersanding dengan ketupat dan opor ayam.

Nasi liwet adalah kuliner idola saya jika sedang ke Jawa Tengah. Lidah ini terasa seperti sedang meluncur di roller coaster. Tak bisa dilukiskan dengan jata-kata. Apalagi jika menunya plus brutu ayam.

Kawasan ini cukup menarik untuk sekedar berlibur, namun secara pribadi melihat kawasan ini perlu ada perluasan wahana dan menambah kolamnya untuk memisahkan bagian anak-anak dan dewasa secara jelas .

Bu Ade memberi contoh kepada kami, bagaimana potensi daerah bisa dikembangkan oleh Bumdes, sehingga memiliki manfaat bagi desa. Itu bisa diadopsi di Flores Timur.

Indonesia sudah aku susuri. Baru 20 negara. Pelan-pelan. Ya, belum tuntas. Semoga Allah SWT memberiku kesehatan dan rezeki.

Musim durian di awal tahun. Jangan sampai terlewat. DSurian lokal tidak kalah rasanya.

Penuh, penuh kepala saya. Jujur, saya merasa “stress” dan “terintimidasi”. Saya ingin pulang dan segera menulis. Saya ingin foto dan quote saya terpampang di dinding Balai Pustaka.