Seperti yang diutarakan oleh Safei, pegiat literasi TBM Gapagoo Manokwari. Menurut Safei, saat ini pemerintah makin memposisikan Taman Baca sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam membangun karakter anak bangsa.

“Pada tahun ini pemerintah melalui Badan Bahasa akan memberikan bantuan pendanaan sebesar 50 juta tiap TBM dengan kuota 340 TBM. Ini adalah momentum bersejarah bagi pengelola TBM untuk menguatkan kapasitasnya sebagai lembaga yang dianggap perannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,”ujar pendiri TBM Gapagoo tersebut.
Selain fasilitasi dalam bentuk dana, pemerintah juga telah mendistribusikan jutaan eksamplar buku Bacaan Bermutu yang telah diterima ratusan SD di daerah 3T. Secara bertahap Buku Bacaan Bermutu juga akan menyasar perpustakaan desa, dan TBM.

“Ada 15 juta buku disiapkan pemerintah dan telah didistribusikan kepada 5 ribu PAUD dan 14 ribu SD di daerah 3T pada tahun anggaran 2022, dan angka ini terus akan bertambah dalam distribusi tahun berikutnya, sebagian buku akan didistribusikan ke TBM, ini sebagai bentuk pengakuan keberadaan TBM oleh pemerintah,” ujar Safei.
Selain itu menurut Safei pemerintah membangun koordinasi yang erat dan berkesinambungan lintas satuan kerja, lintas unit utama, bahkan lintas kementerian, dan lembaga, juga keterlibatan masyarakat dan dunia usaha. Hal tersebut seperti dilakukan di Provinsi Papua Barat melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat pada kegiatan Penggalangan Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka yang diadakan 12-14 Juli 2024 bertempat di Swiss-Belhotel Manokwari.

Kehadiran BPMP Papua Barat memberikan advokasi kepada stakeholder di Manokwari adalah bentuk upaya mendorong stakeholder saling bersinergi dan berkolaborasi dengan Kemdikbudristek dalam mengsukseskan program prioritas Kemdikbudristek yang tertuang dalam kebijakan Merdeka Belajar, salah satunya Implementasi Kurikulum Merdeka.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPMP Papua Barat telah mempercayai TBM di daerah ini sebagai calon mitra strategis yang terus didorong untuk berkolaborasi dengan pemerintah selaku pengambil kebijakan. Ke depan kami akan menguatkan kapasitas pengelola TBM agar kriteria calon Mitra Pembangunan Pemerintah bisa kami penuhi sehingga kami bisa memberikan dampak lebih besar pada daerah ini,” jelas Safei.

Pada kegiatan Penggalangan Mitra Pembangunan IKM Tahap 2 ini, BPMP mengundang lima organisasi lintas masyarakat, yakni Yayasan Semesta Timur Berbagi, Perkumpulan Sastra Papua Senja, TBM Gapagoo Manokwari, Tangguh Team Leader SP&D dan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah-Terang Papua.
Kemudian dari Dinas Pendidikan yang turut diundang adalah Dinas Pendidikan Prov. Papua Barat, Dinas Pendidikan Kab.Manokwari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Manokwari Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Pegunungan Arfak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Teluk Bintuni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Teluk Wondama dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh kepala BPMP Papua Barat, Santy Mukti Mardhika, M.Pd. Kegiatan Penggalangan Mitra Pembangunan IKM diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta terkait Implementasi Kurikulum Merdeka sehingga dapat mengsukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Nanti calon Mitra Pembangunan IKM mendaftar di platform yang telah disediakan pemerintah. Sehingga organisasi yang memenuhi syarat dan kriteria akan digandeng pemerintah sebagai mitra pembangunan IKM untuk wilayah Papua Barat. “Sebagai rencana tindak lanjut kegiatan ini, saya akan melakukan pengimbasan ke teman-teman pegiat untuk menguatkan kapasitas lembaga yang dikelola,” tutup Safei.
Tim GoKreaf


