Oleh: Zaeni Boli
Polikarpus Do, Ketua Forum TBM NTT, pernah berkata bahwa literasi adalah kehidupan itu sendiri. Sore ini, 27 Februari 2025, Forum TBM Flores Timur kembali menggelar agenda sharing dan diskusi. Kali ini, tema yang diangkat adalah “TBM Kreatif”, dengan narasumber sekaligus tuan rumah, Ollin Uran, pemilik usaha Qwatek Handicraft yang juga merupakan founder serta pengelola TBM Solita, sebuah taman baca yang banyak bergerak di lingkup literasi anak.
Perjalanan panjangnya dalam dunia literasi bukanlah waktu yang singkat—tanpa perayaan, tanpa gemerlap, hanya lilin kesetiaan yang membuatnya terus bertahan di dunia literasi yang ia cintai. Lebih dari satu dekade ia bergelut di bidang ini, menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, jatuh bangun bersama keluarga demi menanamkan kecintaan terhadap literasi bagi anak-anak di Flores Timur.

Saya biasa menyapanya Kakak Ollin. Ia merasa bahwa TBM Solita secara resmi diakui dan mendapatkan validasi ketika Duta Baca Indonesia berkunjung ke tempatnya pada tahun 2022. Setelahnya, TBM Solita mendapatkan kehormatan berupa bantuan buku dari Perpustakaan Nasional pada tahun yang sama.
Tempat ini dipilih sebagai lokasi diskusi dan sharing Forum TBM Flores Timur karena dianggap sebagai contoh TBM Kreatif. TBM Solita memiliki aktivitas yang beragam dan menerapkan motto “Literasi untuk Kesejahteraan.” Di dalamnya, terdapat berbagai kegiatan dan produk literasi, seperti literasi anak, literasi finansial, literasi budaya, serta literasi kebun.

Turut hadir dalam kegiatan ini: Yan Surahman dari Komunitas Jejak Zaman, Jhon Da Silva dan Vin Muda dari Sastra Kidung Semilir, serta Hidayat Lolon Wajo dari Bengkel Seni Milenial.
Selain diskusi dan sharing, acara sore ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Jhon Da Silva. Acara berakhir saat hari mulai gelap, ditutup dengan suasana senja yang indah di pinggir pantai Larantuka, Flores Timur.




