Oleh: Muhzen Den
Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Stoikisme semakin banyak diminati sebagai panduan untuk hidup lebih tenang dan penuh kebijaksanaan. Filsafat kuno ini, yang berakar pada ajaran Marcus Aurelius, Seneca, dan Epictetus, kini kembali populer berkat upaya tokoh-tokoh seperti Donald Robertson.
Sebagai seorang psikoterapis kognitif dan penulis buku How to Think Like a Roman Emperor, Robertson telah berhasil menghubungkan prinsip-prinsip Stoikisme dengan psikologi modern. Ia mengajarkan cara berpikir lebih rasional, menghadapi ketakutan dengan kepala dingin, serta menemukan ketenangan dalam menghadapi tantangan hidup.
Dalam berbagai tulisan dan wawancaranya, Robertson membagikan banyak pemikiran inspiratif. Berikut adalah tujuh kutipan terbaik darinya yang bisa menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.
- “Kebahagiaan sejati tidak tergantung pada keadaan eksternal, tetapi pada cara kita meresponsnya.”
Banyak orang menganggap kebahagiaan bergantung pada hal-hal seperti kesuksesan finansial, status sosial, atau hubungan dengan orang lain. Namun, menurut Robertson, kebahagiaan sejati berasal dari dalam diri. Stoikisme mengajarkan bahwa kita tidak bisa mengendalikan semua kejadian dalam hidup, tetapi kita selalu bisa mengendalikan respons kita terhadapnya.
- “Jangan berusaha menghindari ketakutan, tetapi hadapilah dengan keberanian dan akal sehat.”
Ketakutan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Namun, banyak orang membiarkan ketakutan mereka mengendalikan hidup dan membatasi potensi mereka. Robertson menekankan bahwa ketakutan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi dihadapi dengan kepala dingin. Dengan memahami bahwa ketakutan sering kali didasarkan pada pemikiran irasional, kita bisa belajar menghadapinya dengan lebih baik.
- “Perubahan adalah satu-satunya kepastian dalam hidup. Semakin cepat kita menerimanya, semakin damai kita menjalani hidup.”
Stoikisme mengajarkan bahwa segalanya bersifat sementara, termasuk kebahagiaan, kesedihan, kesuksesan, dan kegagalan. Dengan menerima kenyataan bahwa hidup terus berubah, kita bisa lebih mudah beradaptasi dan tidak terlalu terikat pada masa lalu atau ketakutan akan masa depan.
- “Kehidupan yang baik bukanlah tentang memiliki lebih banyak, tetapi tentang membutuhkan lebih sedikit.”
Di era konsumtif seperti sekarang, banyak orang mengejar kepuasan melalui kepemilikan materi. Namun, Robertson menegaskan bahwa kehidupan yang berkualitas tidak diukur dari jumlah barang yang kita miliki, tetapi dari seberapa sedikit kita bergantung pada hal-hal eksternal untuk merasa puas. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Stoik yang menekankan pentingnya hidup sederhana dan penuh kesadaran.
- “Jangan buang waktu mengeluh tentang sesuatu yang di luar kendali. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan.”
Sering kali, kita menghabiskan terlalu banyak energi untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Robertson mengingatkan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar bisa kita kendalikan adalah pikiran, tindakan, dan reaksi kita sendiri. Dengan berfokus pada apa yang bisa kita lakukan, kita bisa menjalani hidup dengan lebih produktif dan bermakna.
- “Seseorang tidak menjadi kuat karena tidak pernah jatuh, tetapi karena selalu bangkit setiap kali terjatuh.”
Kesuksesan sejati bukanlah tentang menghindari kegagalan, tetapi tentang bagaimana kita menghadapi kegagalan tersebut. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dengan mengadopsi pola pikir ini, kita bisa membangun ketahanan mental yang lebih kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.
- “Jika Anda ingin menguasai hidup, pertama-tama kuasailah pikiran Anda sendiri.”
Banyak orang merasa hidup mereka dikendalikan oleh keadaan luar, padahal kenyataannya, perasaan kita berasal dari cara kita menafsirkan peristiwa yang terjadi. Robertson mengajarkan bahwa dengan mengendalikan pikiran, kita bisa mengendalikan perasaan dan tindakan kita, sehingga menjalani hidup dengan lebih baik.
Sumber dari internet/Viva.co.id



