Setiap saya jadi narasumber untuk seminar, pelatihan, atau memberikan motivasi dalam dunia literasi, saya mempersiapkannya dengan serius. Saya harus tahu dulu profil pesertanyasiapa dan apakah ada narasumber lain atau saya pembicara tunggal. Jika ada narasumber lain, saya harus tahu diberi waktu berapa menit dan perlukah membuat materi presentasi. Juga apakah dialog (gelar wicara) sehingga saya hanya menjawab pertanyaan moderator. Kalau saya pembicara tunggal – biasanya pelatihan menulis – sangat menyenangkan. Saya akan membagikan semua yang saya miliki tentang proses kreatif menulis saya sehingga bisa mnulis 130 buku.


Saya tentu lebih memikirkan bagaimana membangun suasana kegiatan agar tidak membosankan. Byangkan saja, dalam sebulan sebagai Duta Baca Indonesia, saya bisa jadi narsum di 2 hingga 3 provinsi. Dan di satu koa bisa 2 hingga tiga kegiatan dalam sehari. Saya yakin kalu materi sebagus apapun, jika cara penyampaiannya membosankan maka peserta akan sulit memahami. Jangan lupa, perhatikan juga pakaianmu itu harus unik atau khas. Ikuti 5 tips saya berikut ini:



- 1.Pembacaan Puisi: Selain menyiapkan materi pelatihan yang saya sesuaikan dengan audiens, saya membukanya dengan pembacaan puisi atau menceritakan kisah inspiratif. Saya juga menawarkan kepada seorang peseta untuk membaca puisi. Hadiahnya buku.
- 2.Doorprize buku: Saya membangun suasana yang infomal, interaktif, dan tentu seperti sedang ngobrol di warung. Hadiah buku tentu bumbu yang sedap bagi peserta yang berani menyampaikan gagasannya. Itu sebabnya saya berbicara pelan-pelan agar intonasinya jelas dan peserta memahami.
- 3.Literasi Keluarga: Saya selalu mengawali materi dengan literasi keluarga. Saya ingin memberi tahu, bhwa sebelum kita berproses keluar, di dalamnya harus sehat. Saya tanamkan, bahwa literasi keluarga sangatlah penting. Apakah peserta punya perpustakaan di rumah? Jika ada, beri hadiah buku.
- 4.Presentasi materi: Pahami siapa lawan bicara Anda dan sesuaikan gaya bahasa dengan mereka. Jika pelajar, maka saya harus menyesuaikan diri dengan perilaku mereka; saya harus tahu apa itu K-Pop, misalnya. Interaktif. Beri peluang kepada peserta untuk terlibat di dalam materi yang disampaikan. Jangan mendominasi dan jangan menganggap peserta itu bodoh. Juga disisipkan praktik baiknya.
- 5.Ucapkan terima kasih: Sebeum dan setelah selesai berbicara, ucapkan terima kasih kepada panitia yang mengundang dan audiens.

Cobalah cara saya ini. Untuk point pertama, jika tidak bisa membaca puisi, kenapa tidak mencoba menyanyi? Apa saja kemampuanmu yang lain, tunjukkan kepada peserta. Sulap juga boleh. Atau membukanya dengan tebak-tebak. Tentu yang menghibur.



