Novel Surat dari Bapak Mendapat Anugerah Literasi Anti Korusi dari KPK

Sepulang mengantar Ibunya berbelanja, Farhan dikejutkan dengan keberadaan dua buah mobil baru yang diparkir di depan rumahnya. Apalagi setelah tahu bahwa salah satunya akan menjadi miliknya. Padahal bapaknya hanya kepala sekolah biasa. Bukan hanya Farhan yang gembira menerima hadiah pemberian orangtua itu, tetapi juga Linda gadis yang telah menjadi pacarnya sejak SMA.

Namun, kegembiraan Farhan mulai terusik ketika banyak komentar nyinyir yang menyudutkan di akun medsosnya. Desas-desus ayahnya yang menjadi koruptor makin santer. Keraguan pun mulai menggerogoti Farhan. Adakah jalan untuk memperbaiki segalanya? Ataukah penyesalan datang terlambat?

Dua Mentri di Indonesia pada November 2020 ditangkap KPK karena korupsi. Miris! Apa yang harus kita lakukan? Gol A Gong – pendiri Rumah Dunia menulis novel pertama kali tahun 1988, yaitu Balada Si Roy (Gramedia). Gong sudah membahas tentang bahaya korupsi lewat tokoh “Roy”. Novel ini diproduksi jadi film oleh Fajar Nugros dengan bendera IDN Pictures Januari 2021. Sekarang bisa ditonton di Prime Video.

“Banten jadi sarang koruptor!” kata Gong. “Saya mendapatkan inspirasi menulis novel Surat dari Bapak yang diterbitkan Puspa Swara pada 2016. Di novel ini saya membahas tentang korupsi. Tokoh utamanya seorang ayah yang menjabat sebagai Kepala Sekolah. Dia menyalahgunakan wewenangnya. Dana BOS dia sunat. Ketika KPK menangkapnya, keluarga terkena dampak dari pemberitaan negatif itu.,” Gong membeberkan.

Di novel Surat dari Bapak, Gong menceritakan dampak buruk kepada putra si koruptor. Di tempat kuliahnya, si putra koruptor mendapatkan perlakuan kasar, mulai dikucilkan dan dibully di medsos. Novel “Surat dari Bapak” mendapatkan penghargaan dari KPK.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==