Oleh Muhzen Den
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Seluruh umat muslim di dunia menyambutnya dengan sukacita, terutama umat muslim di Indonesia. Namun, hal unik dari umat muslim Indonesia adalah tradisi yang mereka lakukan dalam menyambut bulan suci Ramadan ini.
Kelebihan dan keunikan keberagaman budaya dan adat istiadat di negeri ini menjadi sebuah kekayaan lokal yang turun-temurun. Tradisi atau kebiasaan yang dilakukan umat muslim negeri ini menjelang Ramadan pun beragam caranya. Ada yang melakukan ritual mandi bersama di sungai dan ada juga melakukan makan besar bersama di rumah-rumah bersama keluarga atau di pelataran kampung bersama warga kampung. Ini sudah menjadi hal yang patut disyukuri.
Kata ‘munggahan’ dalam tradisi kampung atau umat muslim Indonesia tak pernah luput dari pantauan mata media. Tradisi yang lahir turun-temurun ini menjadi momentum yang harus diabadikan oleh mata kamera dan terunggah di beranda media sosial. Setiap orang bebas melakukan aksi citizen ini, selama masih ada batas norma dan kesopanan.

Menurut Wikipedia, munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Betawi untuk menyambut datangnya Ramadan yang dilakukan pada akhir bulan Sya’ban (satu atau dua hari menjelang Ramadan). Bentuk pelaksanaannya bervariasi, pada umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa bersama. Selain itu, ada pula mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam orang tua atau orang saleh, atau mengamalkan sedekah munggah (sedekah pada sehari menjelang bulan puasa).
Munggahan berasal dari bahasa Betawi unggah berarti naik, yang bermakna naik ke bulan suci atau tinggi derajatnya. Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT untuk membersihkan diri dari hal-hal buruk selama setahun ke sebelumnya, dan agar terhindar dari perbuatan tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Tradisi unik nan fenomenal ini tidak pernah ada di negara mana pun. Sebab, ini bagian dari kearifan lokal umat muslim Indonesia dalam merayakan atau menyambut tamu istimewa, yakni bulan suci Ramadan. Makanya, jangan heran jika setiap daerah dan suku bangsa di negeri ini punya cara dan tradisinya sendiri.***
(sumber wikipedia.org/berbagai sumber)



