Sarinah Adalah Perempuan Indonesia versi Bung Karno

Sarinah – Kewajiban Wanita dalam Perdjoeangan Republik Indonesia

Penulis Ir. Soekarno
Panitya Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Sukarno, 1963
Tjetakan ketiga

“Banjak sekali pergerakan-pergerakan kita kandas di tengah djalan karena keadaannja wanita kita.” (Gandhi)

“Djikalau tidak dengan mereka (wanita), kemenangan ta’ mungkin kita tjapai.” (Lenin)

“Diantara soal-soal perdjoeangan jang harus diperhatikan, soal wanita hampir selalu dilupakan.” (Kemal Ataturk)

###

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Pandemi Covid-19 Membuat Saya Kreatif Dengan Literasi Digital di Kelas Menulis Gol A Gong

Sejak kami memutuskan diam di rumah 13 Maret 2020 karena pandemi Covid-19, berarti kami harus siap menghadapi resiko tidak mendapatkan hasil apa-apa. Pada tanggal itu pula 4 kegiatan dengan honor menggiurkan dibatalkan. Bagaimana dengan dapur? Bagaimana dengan Rumah Dunia? Apakah kami khawai tidak akan makan? Kami percaya, Allah tidak akan bohong. Allah sudah berjanji akan mencukupkan hambanya yang berjalan mempejuangkan iqra dan qalam.

Lantas untuk opeasional Rumah Dunia? Alhamdulillah, kami dan para relawan yang memiliki pekerjaan sebagai ASN, freelancer, dan wartawan berjibaku iuran. Juga para simpatisan seperti LAZ HARFA Banten, dan para donatur perorangan merawat terus Rumah Dunia. Gong Publishing juga, alhamdulillah, pelan-pelan terus menerbitkan buku, sehingga bisa menyisihkan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Proses Kreatif Calon Novel “Bulan Bulat Perak” Karya Gol A Gong

Kali ini, saya akan bercerita tentang proses kreatif menulis novel versi saya. Contohnya novel “Balada Si Roy” risetnya 6 tahun, dituliskannya 6 tahun, 1981 – 1993. Bakal calon novelku ini, yang mengambil setting Banten tahun 1900 – 2000, tiga generasi sudah saya mulai risetnya sejak 2015. Saya riset lapangan ke Rangkasbitung, Menes, Labuhan. Menyusuri jalan kereta Rangkasbitung-Bayah. Rangkasbitung – Merak.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lima Puisi Tentang Laut Oleh Gol A Gong

1.
ODE NELAYAN

Negeriku berkibar tanpa arah
angin tak bisa lagi membaca cuaca
aku melempar jala ke muara
cintamu hanyut menuju samudra

Kisahmu yang mendunia
terhempas gelombang
tertimbun lumpur
terang bulan bukan lagi untukku
ikan-ikan berpindah ke dalam kaleng
aku melarung perahu
tanpa sesajen

Cintaku, laut menjauh
cakrawala terhalang kapal perompak
kopiku sudah lama dingin
air laut berpindah ke dalamnya

Karangantu Oktober 2017

#

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Happy Birthday, Mas Gong!

Dua hari yang lalu saya harus berada di desa bersama rekan-rekan tim kerja, karena ada keperluan pekerjaan. Di sana tak ada sinyal sama sekali, jangankan sinyal, akses jalannya saja bisa bikin orang stress, apalagi saat itu jalan berlumpur bahkan banjir.

Karena tak ada sinyal, saya tidak bisa update status atau sekedar bersapa via media social, dua hari yang lalu, orang yang menurut saya telah memberikan andil besar dalam proses perjalan hidup adalah guru menulis di komunitas kelas menulis rumah dunia. Wasilah dari ilmu menulis yang ditransfernya pada diri ini, telah memberikan banyak manfaat, bahkan di kehidupan saya saat ini.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kia Ora, Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins

Traveling! Siapa tidak ingin? Di era pandemi Covid-19 ini, sudah 5 bulan saya di rumah saja, sejak 13 Maret hingga 16 Agustus 2020. Rasa bosan terobati ketika membaca buku reportase perjalanan Muhammad Hidayat Chaidir : “Kia Ora! (Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins), Penerbit Gaksa Enterprise .

Saya penasaran dengan judul bukunya. Saya cari-cari di Google. Ternyata itu adalah sapaan khas dari Bahasa Māori, diterjemahkan secara harfiah sebagai “memiliki kehidupan” atau “menjadi sehat”, dan digunakan sebagai ucapan informal yang setara dengan “hai” atau “halo”, atau ungkapan terima kasih yang mirip dengan “tepuk tangan”. Hmm, buku yang mengundang rasa ingin tahu. Sepadan dengan “sawadee kap” di Thailandatau “namaste” India.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Nita Juanita: Cemburu Kepada Relawan Rumah Dunia

Cemburu! Satu kata itu yang terngiang. Pada siapa? Pada mereka yang berkesempatan langsung menimba ilmu dari Gol A Gong di Rumah Dunia. Saya penggemar karya-karya Gol A Gong Golagong Penulis, hampir semua buku-bukunya baik kumcer, puisi, novel, catatan perjalanan, cernak, dll lengkap mengisi lemari bukuku.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5