Di Balik Buku Negeri Permen (1)

Oleh Tias Tatanka

Gais, aku mau cerita tentang dibalik layar novel anak Negeri Permen dibuka ordernya pada 17 Februari 2025. Makasih yang sudah pesen, ya.

Novel ini tidak lepas dari peran hubby aku, mas Gol A Gong. Tunggu dulu, sebelum kalian mengira yang tidak-tidak, aku disclaimer dulu bahwa aku yang benar-benar nulis novel Negeri Permen ini.

Mungkin karena kami dulu sering nulis buku berdua, jadi banyak yang mengira aku cuma nebeng nama hubby. Hihihi. Padahal saat kami nulis tandem pun aku juga ikut mengerjakan ceritanya sampai selesai.

Jadi gini ….

Tahun 2012 selesai traveling ke tujuh negara Asia dengan meninggalkan anak-anak selama sebulan lebih, kami sibuk mengerjakan buku masing-masing. Bahan baku pengalaman selama traveling itu jadi buku Honeymoon ala Backpacker (karya mas Gong) dan The Traveler’s Wife (karyaku). Nah, di sela menulis kedua buku itu mas Gong punya ide nulis novel anak. Dia langsung menyodorkan judul Negeri Permen.

Baca di sini tentang Di Negeri Permen Banyak Rasa yang tidak terduga.

Seperti biasa aku dengerin idenya yang – seperti biasa – meledak-ledak. Biasanya setelah itu mas Gong akan menulis satu dua bab, sebagai “peletakan batu pertama” idenya. Aku cuma perlu mendengarkan sinopsis yang diceritakannya, yang dari hari ke hari mengalami perkembangan dan perubahan. Lantaran mas Gong tidak juga menuliskan bab-bab awal karena sibuk menulis Honeymoon ala Backpacker, aku yang menulis bab awal ide Negeri Permen itu. Supaya nanti jika waktu dan kesempatan tiba aku tidak kehilangan jejak alurnya.

Begitu melihat aku memulai, mas Gong malah memintaku menuliskannya sampai selesai. Terserah aku mau diarahkan ke mana cerita itu. Saat itu aku juga sibuk menyelesaikan buku soloku sendiri, jadi berat buatku menuntaskan Negeri Permen sendirian.

Waktu bergulir sampai dua buku traveling kami terbit di dua penerbit berbeda. Lalu mas Gong mulai sibuk di ranah literasi. Sementara aku sibuk dengan anak-anak. Kami berbagi tugas mengganti waktu dan kebersamaan bersama anak-anak yang pernah kami ambil untuk traveling.

Draft Negeri Permen pun terabaikan. Meski masih sering kami bicarakan, kuncinya memang di aku, karena aku yang menyusun draft pertama dan menurut mas Gong saat itu sudah bagus alurnya. Banyak sekali “titipan” alur dan planting darinya, membuatku pusing karena membuatku harus bergeser dari premisnya.

bersambung ke bagian 2

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==