Resensi buku Negeri Permen karya Tias Tatanka yang mengajak pembaca menjelajah dunia imajinasi bersama Diego, penuh keajaiban, hujan permen, dan pesan kreatif untuk anak-anak.
Resensi Buku Negeri Permen: Menjelajah Dunia Imajinasi Bersama Diego

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Resensi buku Negeri Permen karya Tias Tatanka yang mengajak pembaca menjelajah dunia imajinasi bersama Diego, penuh keajaiban, hujan permen, dan pesan kreatif untuk anak-anak.

Oleh Tias Tatanka Seperti dejavu saat diam-diam aku memotret hubby sesaat sebelum berangkat traveling di bulan Desember 2025 ini. Akhir tahun 2011 beliau juga menekankan …

Seorang Ibu melahirkan perempuan yang kelak nanti jadi Ibu dengan melahirkan cucu-cucunya. Juga melahirkan seorang anak laki-laki yang nanti akan menjadi ayah dari cucu-cucunya. Tentu …

Oleh Tias Tatanka Tema di atas menjadi tajuk pada kegiatan Fasilitasi Pemanfaatan Produk Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, dan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menulis …

IAS Al-Jannah menggelar pelatihan menulis fiksi bersama Tias Tatanka dalam agenda Felisa 2025 bertempat di ruang Aula Sekolah.

Tiba-tiba pintu terbuka lebar. Seorang wanita paruh baya mengenakan baju kasual masuk dengan napas memburu. Di belakangnya, seorang satpam besar mengikuti.

Bunga-bunga yang sedang memperjuangkan nasib rakyat kecil, semoga terus menyebarkan aroma wangi. Tetaplah di jalanmu, wahai penerus bangsa. Nasib Ibu pertiwi berada di tangan kalian. Nikmati Puisi Minggu edisi 36/II/14 – 21 September 2025: Setelah Demo karya Tias Tatanka. Semoga bumi pertiwi bangkit dan kembali jaya.

232 siswa tunarungu SLB B Pangudi Luhur antusias ikuti workshop literasi bersama Tias Tatanka, belajar menulis cerita dengan imajinasi segar.

Merdeka! Hari ini tepat Indonesia merdeka. Kita merayakannya setiap tahun. Sekarang usia merdekanya sudah 80 tahun. Bagaimana dengan perempuan Idonesia? Sudah merdeka dari kaum lelaki? RA Kartini sudah berjuang untuk kita. Nikmati Puisi Minggu edisi 32/II/17 Agustus – 24 Agustus 2025. Seduh teh manis hangat di pagi hari. Eh, apakah perempuan boleh menikmati kopi pahit? Bukankah hidupnya sendiri sudah pahit?

Gol A Gong dan Tias Tatanka membagikan pengalaman membangun Rumah Dunia dalam kegiatan Pembinaan Literasi Kantor Bahasa Banten, menginspirasi komunitas literasi Kabupaten Serang untuk berkembang dan mandiri.

Kantor Bahasa Provinsi Banten mengadakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi dalam Rangka Pemberdayaan Komunitas Literasi di Kota Cilegon.

Tanpa bermaksud menyombongkan diri, kuceritakan pengalamanku menyuguhkan bacaan pada anak-anak sejak dini

Saya adalah anak yang mengambil manfaat dari tradisi Emak bercerita. Hari demi hari hingga setelah besar, saya menjadi lelaki yang cepat merasakan ketidakadilan di sekeliling, selalu ingin bergerak membuat kegiatan atau gerakan. Saya memang senang membicarakan ide sejak masih di SMP. Saya senang membuat kegiatan dan menikmati prosesnya.

Dalam hidup ini tentunya manusia pengin berhasil, kalau bisa terus-menerus, jangan ada kegagalan. Termasuk aku, karena …

Di rumah, keempat toples kecil ini kusimpan di ruangan yang kondisinya mirip: tanpa AC, ruangan masih sering terbuka, suhu kamar yang cenderung lembab. Jadi bukan di ruangan yang selalu tertutup seperti lemari atau kotak, misalnya.

Hotelnya klasik. Cocok buat keluarga. Kerasa juga di sini. Suasananya tidak terkesan sibuk.

Apalagi ada atmosfir Studio Gibli di beberapa sudut, membuat jiwa kanak-kanakku meronta ingin difoto. Hahaha. Untunglah kamera anak sulung lebih bagus dari kamera emaknya, jadi nebeng foto-foto narsis.