Oleh: Khoiru Roja – Mahasiswa UIN SMH Banten dan Relawan Rumah Dunia
Pada siang hari pukul 14.00, Bunda Tias Tatanka, istri dari Gol A Gong, mengantarkan buku Negeri Permen kepada relawan Rumah Dunia. Buku tersebut diterima oleh Roja. Pada kesempatan itu, Bunda Tias memberikan arahan agar buku tersebut dibaca dan dibuatkan resensi ulang, lalu tulisannya dikirimkan ke Gol A Gong Kreatif.
Keesokan harinya, saya pun langsung bergegas membaca buku tersebut. Kebetulan saat itu saya sedang menjalani ibadah puasa. Membaca buku ini mendorong saya untuk lebih banyak mendapatkan pahala, karena mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Buku cerita anak Negeri Permen karya Tias Tatanka, menurut saya, merupakan bacaan yang sangat seru. Buku ini mendorong pembaca untuk masuk ke dalam dunia imajinasi dan mengingatkan saya pada masa kanak-kanak. Cerita anak yang terbit pada tahun 2025 ini mengajak kita untuk percaya pada keberadaan dunia imajinasi. Buku ini menjadi langkah awal yang baik bagi anak-anak yang masih polos dalam cara berpikirnya.
Pelajaran yang saya ambil dari buku ini adalah bahwa tidak semua cerita harus berbentuk nyata, tetapi bisa disampaikan melalui pemikiran yang berada di luar nalar.
Dalam buku Negeri Permen, diceritakan sosok Diego yang merasa heran saat pandangannya tertuju ke langit. Ia melihat sesosok manusia kecil dengan tubuh penuh warna-warni dan memiliki sayap. Hal itu sontak membuatnya terkejut dan bertanya-tanya, apakah ia sedang bermimpi atau tidak. Di sinilah awal mula keheranan Diego terhadap sosok yang ia lihat tersebut.

Keesokan harinya, kakek Diego bercerita bahwa ia pernah kehujanan permen. Hal itu membuat Diego dan adiknya mendengarkan cerita sang kakek dengan penuh perhatian.
“Dulu, saat mau berangkat sekolah, tiba-tiba hujan. Tapi hujannya berbeda, bukan air yang turun, melainkan hujan permen,” kata kakek. Mendengar cerita itu, Diego dan adiknya membayangkan hujan permen yang diceritakan oleh kakeknya.
Di lain hari, ketika Diego sedang mendorong sepedanya menuju sebuah rumah kosong, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sesosok lolipop yang sedang berteduh. Diego teringat pada sosok manusia bertubuh permen yang pernah ia lihat sebelumnya. Ia kembali mengingat kejadian saat hujan turun.
Di situlah awal pertemuan Diego dengan permen lolipop. Diego menceritakan kepada lolipop tentang apa yang ia lihat pada hari sebelumnya saat hujan turun. Lolipop pun bercerita alasan dirinya kabur dari singgasana Negeri Permen.

Saat saya membaca bagian Tiba di Negeri Permen, pikiran saya benar-benar terbawa ke dalam dunia imajinasi tersebut. Dalam cerita itu, Diego dan lolipop pergi ke singgasana Negeri Permen dengan bantuan mantra yang harus dibaca oleh lolipop. Sampai-sampai saya berhalusinasi dan bertanya-tanya, apakah benar Negeri Permen itu ada di dunia lain.
Buku Negeri Permen sangat cocok bagi anak-anak yang ingin mengetahui dunia permen. Buku ini juga mengajarkan pembaca untuk belajar memahami keberadaan dunia lain melalui imajinasi.

Untuk yang ingin membeli buku Negeri Permen Karya Tias Tatanka bisa klik link ini: s.id/bukunegeripermen
Tentang Penulis:
Khoiru Roja – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Banten, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sejak tahun 2024, ia mengabdi sebagai relawan dan belajar menulis di Rumah Dunia. Ia merupakan penerima beasiswa F-KIP UIN Banten dan saat ini masih duduk di semester 3. Selama kuliah, Roja aktif dalam organisasi HMI MPO UIN Banten. Ia memiliki ambisi untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Eropa, serta bercita-cita menonton pertandingan sepak bola di Camp Nou.



