Workshop Literasi di SLB Pangudi Luhur: Anak Tunarungu Belajar Menulis Cerita Bersama Tias Tatanka

SERANG, 27 Agustus 2025 – Suasana ceria terasa di aula SLB B Pangudi Luhur pada Rabu (27/8), ketika ratusan peserta didik tunarungu mengikuti Workshop Literasi: Peningkatan Ketertarikan Membaca. 

Acara yang menghadirkan penulis Tias Tatanka sebagai narasumber ini menjadi momen bersejarah karena baru pertama kalinya workshop literasi berskala besar diadakan di sekolah tersebut.

Workshop yang diikuti 232 siswa dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA ini dibiayai dari dana BOS. Y. Tri Pamadi, ketua pelaksana, menyebut kegiatan ini sangat penting untuk mendorong minat baca dan kemampuan literasi anak-anak. 

“Kami ingin anak-anak maju dalam literasi, karena ini bekal penting untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SLB B Pangudi Luhur, Br. Franciscus Mujiono St., M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini karena memberi dampak langsung pada siswanya. 

“Kegiatan hari ini membuat anak-anak mulai belajar literasi, membaca, dan mendapatkan banyak pengetahuan tentang bagaimana membaca. Dari kegiatan ini saya melihat anak-anak sangat antusias, dan semoga ke depannya menjadi berkat untuk mereka,” ujarnya.

Acara dibagi menjadi dua sesi. Pada pagi hari pukul 10.00–12.00, giliran siswa SD yang belajar menulis cerita. Tias mengajarkan cara membuat premis sederhana. 

“Premis itu tokoh menginginkan sesuatu, tapi terhalang sesuatu, dan harus melakukan sesuatu,” jelasnya. 

Untuk memudahkan, Tias juga menyiapkan gambar-gambar hewan, benda, dan tempat. Dari situ, anak-anak mulai merangkai cerita, bahkan ada yang membuat komik dan ilustrasi. Lima karya terbaik mendapat hadiah berupa buku bacaan, buku tulis, dan totebag.

Setelah istirahat, sesi kedua dilanjutkan pukul 13.00–15.00 untuk siswa SMP dan SMA. Kali ini, tingkat kesulitannya ditambah. Anak-anak diajak mengembangkan premis menjadi sinopsis, lalu menuangkannya menjadi cerita pendek. 

Pada sesi ini, anak-anak juga diminta menggambar komik, menulis balon dialog, dan membuat cerita. 

Antusiasme peserta terlihat dari bagaimana mereka begitu tekun menulis dan menggambar. Tias Tatanka mengaku kagum dengan semangat anak-anak. 

“Mereka sangat bersemangat, dan punya daya imajinasi yang luar biasa,” ujarnya.

Tias juga menekankan pentingnya literasi dasar seperti  bagi siswa tunarungu.

“Membaca dan menulis adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai. Ini akan sangat membantu mereka ketika berinteraksi di masyarakat luas, supaya lebih mudah berkomunikasi dan mengekspresikan diri,” katanya.

Workshop literasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa SLB B Pangudi Luhur.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==