Puisi Esai Gen Z: Suara dari Pati Karya Marlin NA

Rabu, 13 Agustus 2025 terjadi unjuk rasa yang dihadiri oleh ribuan warga di depan kantor Bupati Pati. Mereka menuntut agar Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi Sudewo menolak tuntutan demonstran. Pada sekitar pukul 11.00 WIB terjadi keteganan antara warga dan aparat kepolisian yang diakibatkan oleh rasa kecewa warga atas tidak hadirnya Sudewo maupun perwakilannya dan pemerintah kabupaten untuk menemui mereka. Akhirnya demonstran perlahan masuk dan mendobrak gerbang kantor Bupati. Aparat yang berada disana mulai menyemprotkan Meriam air ke arah warga dan pada puncaknya, sekitar pukul 12.00 WIB, aparat melepaskan tembakan gas air mata ke kerumuman pedemo yang berakibat pada dilarikannya sejumlah warga ke RSUD RAA Soewondo (Kamal, 2025).

oOo

Kami tak sanggup lagi menahan gejolak di jiwa
Dada kami bergemuruh melihat kesemena-menaan
Mata kami membelalak saat ketidakadilan terjadi

Kami tak membenci siapapun yang ada di atas singgasana kecil itu
Kami hanya tak sudi saat kursi itu ditempati orang yang tak pantas
Kami hanya tak sudi untuk tetap diam
Tak sudi suara kami dibungkam
Tak sudi diperalat oleh ego segelintir orang

Semburan air yang teramat keras tak mampu membuat kami gemetar
Kami gemetar hanya karena ketidakadilan
Kami hanya gemetar saat tindakan semena-mena menari di hadapan kami
Kami hanya gemetar saar seorang arogan memiliki kuasa
Kami hanya gemetar saat orang yang tak pantas
duduk di singgahsana tetap menikmati empuknya kursi
Bukan gemetar karena takut tapi gemetar karena amarah

Kabut putih yang menyayat mata tak mampu membuat kami menutup mata
Suara sirine yang memekakkan telinga tak membuat kita tak lagi mendengar jeritan penderitaan

Sekali lagi, ini bukan karena kebencian
Ini bentuk rasa cinta kami pada tempat kami tumbuh dan besar

Suara kami memang terlampau kecil untuk menjangkau mereka yang pura-pura tuli
Tapi kami tak akan berhenti dan akan terus berteriak menyerukan kebenaran

Yang tak pantas harus turun
Yang tak peduli harus pergi
Yang hanya peduli pada hidupnya dan kawannya harus musnah

Apakah suara kami menggapainya?
Apakah jeritan kami membuatnya tersadar?
Apakah gerakan kami terasa?

Jika mereka tetap menutup mata
Jika mereka tetap tidak mau mendengar
Jika mereka tetap tidak mau merasakan
Maka kami tidak akan mundur
Kami akan terus menggaungkan apa yang kami percaya
Kami akan tetap meneriakan apa yang sudah sepantaskan kami suarakan

Kami memang hanya rakyat kecil
Tapi apalah gunanya singgahsana itu tanpa rakyatnya
Apalah makna dari kekuasaan jika tak ada kami disini
Apalah arti semua itu

Sudahi semua ini
Kami hanya ingin yang pantas saja yang diam disana
Yang peduli yang akan menjadi pemimpin kami
Yang mengasihi kami yang akan membuat kebijakan
Kami tak sudi untuk di bungkam
Dengarkanlah seruan kami
Seruan rakyat yang tak sudi untuk dibungkam dan menjadi sunyi

Referensi berita :
Kamal. (2025). Ribuan warga Pati tuntut bupati lengser, Sudewo menolak mundur – Bagaimana mekanisme pemberhentian kepala daerah? BBC News Indonesia. Klik:

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1ejd9vjv1wo

oOo

TENTANG PENULIS: Marlin atau Marlin N.A. SNama pena dari seorang pencinta keindahan yang senang
berimajinasi dan selalu kagum dengan sastra dan tempat yang memberikan makna mendalam. aya lahir di tahun 1998, lebih tepatnya di bulan Desember 1998. Bukan seorang yang ahli dalam merangkai kata tapi seorang yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kalimat yang dirangkainya. Seorang penulis yang bercita-cita dapat menyentuh pembaca dengan kata-katanya. Salah satu karyanya masuk dalam antologi cerpen Kentara.

PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==