Sarapan Kata 88: Menabur Biji di Atas Batu adalah peribahasa yang memberikan arti tentang sia-sia memberikan nasihat kepada orang yang tidak mengakui kebenaran.
Peribahasa “Menabur biji di atas batu” menggambarkan usaha yang sia-sia, terutama dalam memberikan nasihat atau ajaran kepada orang yang keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Seperti biji yang ditabur di atas batu tidak akan tumbuh, begitu juga nasihat yang diberikan kepada orang yang tidak mau mendengarkan akan menjadi percuma.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
- Orang yang Tidak Mau Belajar dari Kesalahan
Seorang teman terus-menerus berhutang untuk membeli barang mewah, meskipun sudah berkali-kali diingatkan bahwa itu bisa membuatnya kesulitan di kemudian hari. Namun, ia tetap tidak mendengarkan dan akhirnya terjerat utang yang lebih besar. - Anak yang Tidak Mendengar Nasihat Orang Tua
Seorang remaja dinasihati agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, tetapi ia tetap mengabaikannya. Akhirnya, ia menghadapi berbagai masalah akibat keputusan buruknya. - Karyawan yang Tidak Mau Menerima Kritik
Seorang karyawan selalu ditegur oleh atasannya karena kinerjanya buruk. Namun, ia selalu merasa benar sendiri dan tidak pernah memperbaiki diri, sehingga akhirnya ia kehilangan pekerjaannya. - Mengajak Seseorang Berbuat Baik tetapi Tidak Digubris
Seorang sahabat mengingatkan kawannya untuk berhenti merokok demi kesehatannya, tetapi ia tetap merokok dan mengabaikan semua saran hingga akhirnya jatuh sakit.

Peribahasa ini mengajarkan bahwa tidak semua orang bisa diajak berubah atau menerima kebaikan, karena perubahan hanya bisa terjadi jika ada kemauan dari dalam diri mereka sendiri.



