Oleh Rudi Rustiadi
Senin, 6 Oktober 2025. SMAN 3 Semarang menyelenggarakan pelatihan menulis fiksi mini. Sebanyak 150 siswa SMAN 3 Semarang dari kelas X sampai XII mengikuti pelatihan tersebut di ruang multimedia. Kegiatan ini menghadirkan Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, sebagai narasumber utama.

Kepala SMAN 3 Semarang, Rusmiyanto menegaskan bahwa literasi menjadi prioritas di sekolah yang ia pimpin. Selain secara pribadi menyempatkan diri membaca buku-buku sastra, ia juga mewajibkan seluruh siswa untuk membiasakan diri membaca karya sastra sebagai bagian dari pembelajaran.


“Membaca sastra melatih imajinasi pembacanya, yang bisa berguna dalam menciptakan ide-ide baru, menulis, hingga menyelesaikan masalah secara kreatif. Sastra adalah cermin kehidupan. Melalui kisah, pembaca bisa belajar tentang nilai moral, etika, perjuangan, dan makna hidup,” jelasnya saat memberi sambutan.


Dalam pelatihan ini, Gol A Gong memberikan materi seputar teknik menulis fiksi mini. Ia mengajak para siswa untuk berani menuliskan pengalaman, imajinasi, dan gagasan mereka dalam bentuk cerita singkat dengan panjang kata maksimal 300, dengan 1 lokasi dan 1 waktu cerita.


“Selain itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah berpikir minimalis. Menemukan plot twist dan alur ceritanya. Dan semua itu harus dimulai dari premis yang kuat,” ujar Gol A Gong.

Pelatihan ini disambut antusias oleh siswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik menulis fiksi mini dengan bimbingan langsung dari Duta Baca Indonesia.

Gol A Gong juga memberikan hadiah kepada siswa yang menulis cerita fiksi mini dengan baik. Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan keterampilan menulis di kalangan peserta didik.


