Berkat arahan langsung Dr Zaini Alif selaku Ketua Komunitas Hong, yang juga menjadi kolaborator, saya disarankan membawa mainan kepiting yang terbuat dari daun lontar. Lalu saya coba mencari kira-kira siapa yang bisa membantu mewujudkannya.

Setelah mencari ke seluruh pelosok Flores Timur, saya menemukan satu sekolah di pinggiran, dekat dengan Kabupaten Maumere. Sekolah ini bernama SMPN Satuan Atap Nobo, yang masih mengusung muatan lokal dalam pembelajarannya. Muatan lokal yang mereka usung pada era Merdeka Belajar ini adalah kreasi anyaman.

Saya mengetahui hal tersebut dari rajinnya salah satu guru di sana yang memang mendampingi secara langsung dan membagikannya di media sosial. Mereka adalah pasangan guru hebat Asty Koten dan Ino Carvallo yang banyak mendampingi anak anak di SMPN Satuan Atap Nobo.


Asty dan Ino bersama kepala sekolah dan guru-guru lainnya melestarikan anyaman berupa kepiting. Lewat semangat itu saya meminta tolong untuk membuatkan kepiting anyaman yang akan saya bawa ke Pekan Kebudayaan Nasional. Dalam detik-detik terakhir deadline, persyaratan tersebut terpenuhi .


Ya, karya anak-anak SMPN SATAP Nobo akan dibuat instalasi dalam satu titik Pekan Kebudayaan Nasional 2023. Kita bisa menikmatinya pada 21-29 Oktober 2023 di Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta Pusat. (*)



