Sang guru menyampaikan, bahwa di antara tanda diterimanya amal di bulan Ramadhan maupun adalah kebaikan yang diikuti dengan kebaikan setelahnya.

Jika keadaan seorang muslim setelah Ramadhan tetap baik dan banyak mengerjakan kebaikan merupakan indikator amalnya diterima, namun jika kebalikannya, ketika keluar Ramadhan disusul dengan keburukan, kelalaian dan berpaling dari ketaatan kepada Allah, maka bisa dipastikan kita belum bisa membiasakan diri kita berbuat baik ketika di bulan Ramadhan, dan itu adalah indikator amalan kita tidak diterima.
Cara yang terbaik adalah bukan menyerah dan putus asa, sampai kita tertutup pintu antara kita dengan Allah, tetapi yang harus dilakukan adalah dengan bertaubat dan banyak-banyak ber-istighfar kepada-Nya.

Sebagaimana Allah sudah menyampaikan dalam Al-Qur’an, Q.S Az-Zumar : 53), yang artinya, “Katakanlah, wahai hamba-hamba-ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Hendaklah setiap kita untuk selalu bertaubat dan perbanyak istighfar serta kembali kepada Allah SWT, karena Allah akan mengampuni dosa dan menerima setiap taubat para hambanya yang bertaubat.



