
Sepanjang perjalanan, banyak cafe dan penginapan yang tutup. Pandemi Covid-19 luar biasa, menghantam pariwisata Bali.
Kami menunggu di pinggir jalan d depan pura. Tidak lama Putu datang naik motor. Mobil si biru kami parkir di pinggir jalan, yang kecil. Banyak mobil berjejer di pinggir jalan. Kalau sebelum ada pandemi Covid-19, jalanan macet.

Link:

Kami masuk ke dalam gang. Sekitar 300 meter sampailah kami ke sebuah rumah sederhana. Ada anak-anak sedang belajar. Melihat para relawan; Putu, Mita, Alit, dan Muti menemani anak-anak belajar di era pandemi, bagi saya sangat heroik. Saya teringat masa-masa awa membangun Rumah Dunia di Serang-Banten bersama isteri – tias Tatanka di 1998 – 2006.

Kami menyerahkan sembako buku kepada mereka. Kemudan kami meluncur ke Padangbay, hendak menyeberang ke Lombok Minggu 20 Februari 2022.


