“ Kegiatan ini merupakan cara dan wadah paling tepat untuk menyamakan pemahaman terhadap upaya ketahanan budaya di Pasaman. Terutama pemahaman antara pemerintah dan komu nitas/sanggar/kelompok seni-budaya” paparan Ade Harlien, kepala dinas pariwisata pemuda olahraga dan kebudayaan (disparporabud) Kabupaten Pasaman.

“Ini momen penting bagi pemerintah dan pelaku di komunitas sebab belum pernah duduk bersama untuk membaca ulang peran dan kontribusi masing-masing pihak dalam upaya ketahanan budaya di Pasaman. Apa yang telah dan yang akan direncanakan dalam aktivitas yang berkaitan dengan ketahanan budaya” lanjutnya

“Untuk saat ini, yang berkait dengan upaya ketahanan budaya diwujudkan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. Muaranya dalam unjuk karya program P5” Sebut Budhi, mewakili kepala dinas pendidikan Kabupaten Pasaman.

“Seyogyanya tulisan atau karya yang berkaitan dengan kekayaan budaya Pasaman bisa diinternalisasi kedalam pembelajaraan di sekolah. Tulisan/karya semacam ini sangat minim. Hal ini menjadi PR bersama antara pelaku di komunitas dan pemerintah daerah” sambung Budhi.

Mulyadi Putra (Komunitas Pasaman Boekoe) yang memoderatori kegiatan berhasil mengatur ritme perbincangan dalam suasana santai. Sebagai penutup, peserta dan pembicara (teman bincang) berfoto bersama.


