Kesempatan itu datang beberapa waktu lalu diawal Februari 2024. Ilmu yang masih hangat untuk diingat-ingat, saya merasa perlu untuk membagikan kembali kepada publik Flores Timur, agar apa yang saya dan Beatrik dapatkan di Yogyakarta tidak lantas hilang dan memudar.
Satu yang tak kalah penting, bahwa keberangkatan saya ke Yogyakarta untuk belajar adalah berangkat dari kebaikan kawan-kawan Seniman dan publik yang peduli terhadap kesenian. Bagi daerah yang miskin PAD dan belum memiliki konsentrasi serius untuk pengembangan kesenian akan sangat sulit bisa memberangkatkan seniman-seniman berprestasi untuk bisa memiliki kesempatan belajar keluar daerah, terutama ke Jawa.

Saya dan Beatrik atau seniman muda lainnya sangat membutuhkan bantuan dari kawan-kawan seniman dan publik pencinta kesenian di Flores Timur yang berkecukupan untuk menyerap ilmu yang memang menumpuk di Jawa. Hasil yang didapatkan dari belajar diluar menjadi penting untuk dibagikan kembali sebagai bentuk pertanggungjawaban kami sebagai seniman pada para donatur dan juga pada publik Flores Timur yang haus akan belajar Teater tapi sulit mendapatkan akses belajar.
Maka pada 8 Februari 2024, bertempat di TBM Lautan Ilmu, digelar berbagi pengalaman belajar Postdramatik dalam Teater Dokumenter. Hal kecil sederhana ini dimaksudkan untuk bisa menyebarkan secara luas, khususnya pada publik pegiat teater dan pencinta teater di Flores Timur, agar memiliki wawasan tentang kemajuan teater terkini dan tak terjebak pada model-model pemanggungan yang sudah ketinggalan zaman dan ditinggalkan publik teater itu sendiri.


