Bergerak Mencerdaskan Anak Bangsa

Namun apakah semua orang mau membaca? Tidak banyak orang yang mau mewakafkan dirinya untuk menggiatkan membaca, mewakafkan bukunya untuk dibaca orang lain. Belum lagi bicara pemerintah, sudahkah pemerintahan kita menomorsatukan persoalan membaca untuk rakyat dengan memberikan segala kemudahan fasilitas? Perpustakaan, misalnya. Lebih khusus lagi pemerintah daerah.

Ada “kabel” putus yang seharusnya menjadi aliran arus listrik ide membaca bisa membuat cerdas dan sejahtera, dengan apa yang dilakukan kebanyakan orang terhadap waktu luang dan uangnya. Gaya hidup kebanyakan orang menghabiskan waktu luang dan uangnya jauh dari kesan cerdas dan berbudaya, lebih terkesan hedonis. Pada saat bersamaan, pemerintah yang idealnya menyerdaskan dan menyejahterakan rakyat dengan program prioritas rakyat membaca malah lebih sibuk dengan pembangunan fisik dan eksploitasi kekayaan alam. Dalihnya membuka lapangan pekerjaan. Tapi, apa gunanya tanpa terlebih dulu menyerdaskan manusianya. Hanya akan melahirkan “robot-robot” yang terampil bekerja nir kecerdasan. Buku ini menyebutnya “jauh rak dari buku.”

Buku Gempa Literasi (dari kampung untuk Nusantara) adalah semacam suara lirih dua penggiat literasi, Gol A Gong dan Agus M. Irkham, di tengah riuh hedonisme masyarakat kebanyakan, dan di bawah pemerintahan yang acuh terhadap dunia literasi. Meskipun lirih mereka yakin dengan jalan menggiatkan dunia literasi dapat merubah keterpurukan bangsa ini menjadi kesejahteraan. Memang pelan namun pasti.

Mendirikan komunitas membaca dan menulis adalah jawaban, penghubung antara “kepercayaan semua orang, membaca bisa membuat cerdas dan sejahtera” dengan “apa yang dilakukan.” Komunitas ini menggiatkan membaca, menulis, melukis, mendongeng, bersyair, berdiskusi, menerbitkan tulisan dan banyak lagi. Pokoknya hal-hal positif yang bisa menyibukkan anak-anak dan remaja, kemudian pada saat yang bersamaan bisa mendepak kebiasaan negatif yang menyerbu di kalangan mereka.

Inilah yang dilakukan oleh pegiat literasi di Indonesia, yang dipresideni oleh Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten. Profil 50 komunitas diantaranya ada dalam buku ini.

Tidak boleh dilupakan, strategi giat literasi difokuskan di kampung-kampung di seluruh Nusantara. “Makruh” hukumnya pegiat literasi berfikir sentralistik ke kota, karena gempa literasi harus ada pada titik-titik daerah seluruh Nusantara. Maka, jika kita masih percaya bahwa kecerdasan dan kreatifitas bisa membuat orang sejahtera, Indonesia, berkat gempa literasi dari kampung, 30 tahun mendatang pasti bisa sejahtera.

Judul Buku : Gempa Literasi (dari Kampung untuk Nusantara)
Penulis : Gol A Gong & Agus Ikhram
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal : xvi + 525 hlm
Harga : Rp. 80.000,-
ISBN : 978-979-91-0385-7

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==