Oleh Muhzen Den

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh seluruh umat Islam untuk memperbanyak ibadah agar mendapatkan pahala. Di bulan Ramadan, saat-saat beribadah, baik wajib maupun Sunnah dilakukan hanya untuk mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT.

Karenanya, momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkaya diri dengan amalan-amalan soleh karena setiap amalan ganjarannya berkali-kali lipat.

Nah, di momen Ramadan selain umat Islam harus berpuasa dan beribadah tarawih berjamaah di masjid, juga ada waktu-waktu untuk berdiam diri di masjid mendekatkan diri pada Allah SWT atau iktikaf.

Menurut Wikipedia, Iktikaf berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetapi sesuatu yang baik/buruk walaupun tidak di dalam masjid. Menurut istilah adalah berdiam diri baik secara nyata/hukum di dalam masjid dengan sifat tertentu.

Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mu’takif. Rukun i’tikaf ada 4 yaitu : niat, berdiam, di dalam masjid, dan mu’takif. Syarat mu’takif itu ada 3 : Islam, berakal, dan suci dari haid, nifas, dan junub.

Momen iktikaf ini dimanfaatkan umat Islam dalam memperkaya diri dengan amalan soleh. Selain itu, juga menanti malam-malam Lailatul Qadar di bulan suci Ramadan. Namun, apa pun momentumnya, beriktikaf bisa dilakukan kapanpun kita mau, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==