Masjid Ramah Anak, Ibadah Lebih Khusyuk: Ramadan Daycare Masjid Salman ITB Bisa Jadi Contoh

Oleh: Naufal Nabilludin

Setiap Ramadan, banyak orang tua menghadapi dilema saat ingin beribadah di masjid. Di satu sisi, mereka ingin menjalankan shalat tarawih dengan khusyuk. Di sisi lain, anak-anak yang mereka bawa sering kali menjadi tantangan—berlarian, bercanda, bahkan menangis di tengah shalat. Situasi ini membuat orang tua sulit fokus, sementara anak-anak juga tidak mendapatkan pengalaman positif dalam beribadah.

Masalah ini tidak hanya terjadi di satu atau dua masjid, tetapi hampir di seluruh masjid di Indonesia, terutama masjid besar yang ramai jemaah. Solusinya? Masjid perlu menjadi ruang yang ramah anak, tanpa mengorbankan kenyamanan beribadah bagi orang tua.

Tahun lalu, saat magang di detikJabar, saya berkesempatan meliput sebuah program yang menurut saya sangat solutif: Ramadan Daycare di Masjid Salman ITB, Bandung. Program ini adalah bentuk nyata bagaimana masjid bisa lebih inklusif, memberikan ruang bagi anak-anak sekaligus menjaga suasana ibadah tetap kondusif.

Bagaimana Ramadan Daycare Menjadi Solusi?

Masjid Salman ITB menyelenggarakan Ramadan Daycare sebagai layanan penitipan anak bagi jemaah yang ingin beribadah dengan lebih tenang. Program ini pertama kali dilaksanakan pada Ramadan 2024 dan langsung mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua.

“Kami ingin memberikan solusi agar orang tua bisa tetap fokus beribadah, sementara anak-anak juga mendapatkan pengalaman menyenangkan di masjid,” ujar Alifya Syifa, salah satu panitia Ramadan Daycare saat saya wawancarai.

Di daycare ini, anak-anak tidak sekadar “dititipkan,” tetapi juga diajak melakukan berbagai aktivitas yang tetap berhubungan dengan nilai-nilai Islam, seperti: mendengar kisah nabi, belajar mengaji, bermain di area rumput masjid, berbuka puasa bersama, belajar wudu dan shalat berjemaah.

Program ini berlangsung selama 10 hari pertama dan 10 hari terakhir Ramadan, mulai pukul 16.45 hingga 21.00 WIB, dan gratis bagi seluruh jemaah.

Kenapa Program Ini Harus Ada di Banyak Masjid?

Bagi para orang tua, Ramadan Daycare memberikan solusi nyata agar mereka bisa beribadah lebih fokus. Lulu Azzahra, seorang jemaah asal Cimahi, mengungkapkan betapa terbantunya ia dengan adanya program ini:

“Biasanya kalau tarawih bawa anak, ibadah jadi kurang khusyuk. Kadang harus membatalkan shalat karena anak rewel. Dengan daycare ini, saya bisa lebih tenang, dan anak-anak juga tetap belajar,” tuturnya saat saya wawancarai Ramadan tahun lalu.

Dari pengalaman saya meliput program ini, jelas bahwa daycare Ramadan adalah langkah konkret untuk membuat masjid lebih ramah anak sekaligus tetap nyaman bagi jemaah dewasa.

Jika program seperti ini diterapkan di lebih banyak masjid di Indonesia, maka Ramadan bisa menjadi pengalaman ibadah yang lebih baik bagi semua orang—tanpa ada orang tua yang bingung karena anak-anak mereka, dan tanpa anak-anak yang merasa bosan atau tidak diperhatikan di masjid.

Sudah saatnya masjid-masjid lain meniru inisiatif seperti ini. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pendidikan dan pembiasaan bagi anak-anak.

Ramadan Daycare di Masjid Salman ITB membuktikan bahwa dengan sedikit usaha dan kreativitas, masjid bisa menjadi tempat yang ramah bagi semua generasi.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==