Naufal Nabilludin berbagi pengalaman menjadi pemateri di Sekolah Rakyat Surabaya, mengajak siswa membaca dunia, menulis mimpi, dan merancang masa depan.
Menjadi Pemateri di Sekolah Rakyat Surabaya: Membaca Dunia, Menuliskan Masa Depan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Naufal Nabilludin berbagi pengalaman menjadi pemateri di Sekolah Rakyat Surabaya, mengajak siswa membaca dunia, menulis mimpi, dan merancang masa depan.

Bedah buku *Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab* di Rumah Dunia pada Hari Buku Nasional 2026 membahas transformasi diaspora profesional Indonesia di Arab Saudi.

Buku Dewasa Tak Seseram Isi Kepalamu terasa lebih relevan setelah memasuki dunia kerja dan menghadapi realita kehidupan usia 20-an.

Mengapa ‘tidak bodoh’ lebih penting daripada sekadar pintar? Refleksi tentang belajar sebagai asuransi untuk meminimalisir kerugian akibat ketidaktahuan.

Review novel Surat dari Bapak karya Gol A Gong yang mengangkat kegelisahan seorang anak ketika ayahnya terjerat korupsi.

Trans Banten resmi beroperasi, membawa harapan baru bagi transportasi publik di Banten. Namun, masih banyak yang perlu dibenahi agar tak terus tertinggal dari daerah lain.

Akhirnya, dari arah kanan, Pak Danang muncul tergesa, napasnya sedikit tersengal, wajahnya berkeringat. Di tangannya ada dua gelas plastik bening berisi bubur kacang ijo, masing-masing dengan sendok plastik terselip.

Ironi negeri ini: bicara Indonesia Emas 2045, tapi program literasi justru dikorbankan demi efisiensi. Mengapa selalu begitu?

Losmen Bu Broto: The Series menggabungkan konflik keluarga, tradisi Jawa, dan kisah cinta terlarang di tengah modernitas. Drama hangat dengan latar Jogja yang memikat.

ada hari Kamis, 31 Juli 2025, sebanyak 28 siswa-siswi dari kelas 10 hingga 12 SMA Islam Terpadu Bina Insani mengikuti kegiatan kunjungan edukasi dan literasi ke Rumah Dunia, Serang.

Tulisan ini mengulas minimnya ruang kreatif bagi anak muda Banten dan pentingnya civic center untuk mendukung ekosistem kreatif anak muda.

Tak perlu buku, cukup penampilan menarik dan transfer QRIS. Inilah “Duta Baca” versi swasta yang menjadikan gelar sebagai komoditas.

Kritik tajam terhadap rendahnya kompetensi ASN dalam pelayanan publik, berangkat dari pengalaman pribadi dan seruan untuk penerapan meritokrasi.

Banyak anak muda buru-buru belajar saham dan reksadana, padahal belum punya penghasilan tetap. Lewat pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa investasi ilmu atau leher ke atas justru jauh lebih menguntungkan.

Rasa penasaran adalah fondasi berpikir kritis. Anak-anak adalah filsuf kecil yang perlu ruang untuk bertanya dan belajar tanpa takut dibungkam.

Tulisan ini mengkritik keras buruknya kemampuan komunikasi publik pejabat, mulai dari pusat hingga daerah. Dengan contoh konkret dan pengalaman pribadi, penulis mempertanyakan kualitas kepemimpinan yang hanya mengandalkan teks tanpa pemahaman.

Renungan tentang pentingnya memilih circle yang membicarakan ide, bukan aib orang lain. Apa yang kita bicarakan, membentuk siapa diri kita.