“Kehadiran saya kali ini akan memberikan contoh cara menulis cerpen yang baik, berdasarkan pengalaman saya menjadi juri tingkat provinsi dan nasional,”kata Rahel di sela-sela acara.

Masih menurut Rahel, “Faktanya memang masih banyak para siswa belum mampu menulis cerpen dengan baik. Seperti menulis paragraf, membuat konflik yang tajam, dan menambahi “bumbu” imajinasi yang masih sangat kesulitan. Sehingga cerpen terasa datar dan kurang menguras emosi pembaca. Serta satu lagi dalam cerpen perlu ada suspend atau kejutan dalam cerita,” tegas Rahel.

Lima puluhan siswa dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga mereka puas dengan materi yang disampaikan. Hal itu terlihat ketika sesi tanya jawab digelar, para peserta banyak yang bertanya.

Menurut Iwan Kepala SMAN 1 Petir disela-sela sambutannya mengatakan, “Pelatihan menulis cerpen merupakan sesuatu yang langka dan merupakan kesempatan yang baik bagi siswa untuk menjadi penulis. Juga merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya, karena Perpustakaan SMAN 1 Petir tahun yang lalu mendapatkan penghargaan dari Nyalanesia yang berkontribusi terhadap pencapaian rekor muri dalam hal baca puisi. Sehingga tahun ini kita lanjutkan. Jangan di puisi saja. Akan tetapi kita berlanjut ke cerpen,” katanya.

Sementara Siti Mulyawati selaku Kepala Bidang Humas SMAN 1 Petir menjelaskan kegiatanpelatihan menulis cerpen ini dilatar belakangi keinginan anak-anak SMAN 1 Petir untuk bisa menulis cerpen dengan baik dan jadi juara tingkat nasional,” tegasnya.

Ketika sesi penulisan cerpen usai, Rahmat Heldy Hs pun diundang ke ruang Podcast yang bertempat di ruang perpustakaan. Di perpustakaan nampak beberapa siswa sedang mempersiapkan kegiatan Podcast dengan narasumber Duta Baca Banten.

Pertanyaan seputar tugas Duta Baca, apa saja kerja Duta Baca dan bagaimana meningkatkan minat baca. Menjadi pertanyaan yang harus dijawab. Tapi syukurlah tiga sesi pertanyaan dapat dijawab dengan baik. Semoga saja dari kegiatan praktik menulis cerpen dan Podcast ini banyak anak-anak SMAN 1 Petir Kabupaten Serang lahir sebagai penulis atau mereka jadi presenter televisi atau radio. Atau apa pun yang terpenting mereka bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan juga bangsa. Semoga!


