Berita Literasi: Novel Ketika Langit Senjakala Diangkat dari Kisah Pribadi Abay Kusnalia

“Dalam proses kreatif penulisan novel ini diambil dari kisah nyata. Bagaimana saya dan kakak saya untuk mengenyam pendidikan formal sangat sulit, faktor ekonomi dan faktor penduduk di kampung yang masih menganggap sekolah adalah hal mewah, hanya diperuntukan untuk orang-orang kaya, dan jadilah saya dan kakak saya mendapat intimidasi dan bullying verbal hampir setiap hari, karena kami tetap sekolah di tengah kemiskinan, jadilah novel Ketika Langit Senjakala,” kata Abay, usai acara Bincang Buku novelnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (2/11/2022).

Ibu dua anak ini mengaku meski novel tersebut diangkat dari kisah nyata, tetap ditambahkan dengan bumbu-bumbu imajinasi agar ceritanya bisa lebih menarik dan seru. Kepada wartawan, Abay kemudian sedikit membocorkan tentang isi novelnya ini.

“Novel ini bercerita tentang Abdul, seorang remaja kampung  tahun 1990 yang harus mengalami penindasan hukuman kerangkeng, lantaran sekadar ingin melanjutkan sekolah ke tingkat lanjutan. Bukan tak ada musabab mengapa tetua  yang terkenal dengan jawara kampung, ahli pelet, dukun santet Uwak Darkim itu sangat murka terhadap Abdul yang ingin sekolah, dan sangat benci pada orang yang berpendidikan formal,” cerita Abay.

Salah satu guru SDIT Banten Islamic School,  Kramatwatu, Serang ini melanjutkan ceritanya. “Karena adik kesayangan Uwak Darkim, Sopiyah,  gadis tercantik di kampung itu, harus meregang nyawa gantung diri karena menjalin cinta terlarang dengan seorang mahasiswa KKN hingga mengandung janin yang tidak diharapkan, sang mahasiswa pergi begitu saja, Sopiyah malu dan memilih bunuh diri,  ditambah Uwak Darkim harus kehilangan emaknya, emak meninggal karena terus-terusan memikirkan Sopiyah. Nah, kisah lanjutannya seperti apa, bisa dibaca di novelnya, ya,” kata Abay menggantung ceritanya.

Saat ditanya arti menulis, bagi Abay menulis itu semacam rekreasi. “Setelah menulis hati saya akan jadi plong karena unek-unek tersampaikan lewat tulisan,” katanya.

Dalam penulisan novel ini diakui Abay prosesnya cukup panjang dan berkali-kali diedit dan ganti judul. “Sebenarnya novel ini sudah ditulis dari tahun 2017, lalu dibiarkan tersimpan dalam folder leptop. Alhamdulillah baru tahun ini buku bisa terbit,”  pungkasnya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==