Bagi saya, setiap membaca karya mereka, muncul keharuan dan kekaguman. Bagaimana bisa seorang tuna netra menulis cerpen? Begitu juga tuna rungu. Untuk kata “menyeret” saja, saya harus mengambil koper dan menyeretnya. Baru mereka mengerti arti “menyeret”.

Semoga budaya membaca dan menulis menggelora di kalangan disabilitas. Semoga besok bisa pulang ke Serang, tidak ditahan di pos penyekat, Cikupa,
hehehehe#abkberseri#kemdikbud#puspresnas#golagong#dutabacaindonesia#perpustakaannasional

Halaman: 1 2

