Saya pernah ke IKN di Sepaku, Kalimantan Timur pada September 2022. Saya sebagai Duta Baca Indonesia bersama Rudi Rustiadi, GPMB dan Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dengan Library Tour menyusuri Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikapapan, Penajam, dan Paser. Kami mampir sejenak di “0 Kilometer’, IKN. Pembangunan baru dimulai.

Kini hampir 2 tahun kemudian, IKN yang dicita-citakan mulai terwujud wajahnya. Burung Garuda memayungi Istana Presiden. Dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta Pusat pada 27 Mei 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk 2024 telah menghabiskan Rp 4,8 triliun APBN.

Menurut Kepala Negara, alasan utama dibangunnya IKN adalah pemerataan baik dari sisi ekonomi, penduduk, maupun pembangunan. “Semuanya ada di Jawa, 58 persen (PDB ekonomi), dan 56 persen penduduk Indonesia itu ada di Jawa.”

Total anggaran yang disalurkan sejak 2022 hingga 2024 untuk pembangunan IKN mencapai Rp 72,5 triliun. Rincian alokasi dana pada APBN 2022 sebesar Rp 5,5 triliun, APBN 2023 Rp 27 triliun, dan pagu APBN 2024 Rp 40 triliun.

Semoga 17 Agustus 2024 nanti, saat HUT ke-78 RI nanti, segalanya berjalan lancar. Kita harus doakan, karena IKN aan jadi kebanggaan kita. Jakarta sudah terlalu sesak dan ini juga sesuai dengan rencana Bung Karno memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan.

Ya, Ide pemindahan IKN pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada 17 Juli 1957. Memang saat itu Soekarno memilih Palangkaraya sebagai IKN dengan alasan Palangkaraya berada di tengah kepulauan Indonesia dan wilayahnya luas. Saya pernah ke Palangkaraya dan berfoto di monumen Bung Karno yang ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa bangsa Indonesia mampu membangun IKN yang modern. Kita doakan lancar, ya.
Gol A Gong


