Mencari posisi juara inilah yang jadi catatan penting Ketum PSSI, Erick Thohir. Di kualifikasi sepak bola Piala Dunia 2026, timnas kita seri dengan Philipphines dan kalah dari Iraq. Ini kemunduran bagi kita. Setelah dikebut Vietnam yang baru sembuh dari perang saudara, coba kita tunggu 10 tahun kemudian. Apakah Timor Leste dan Brunei nanti melibas timnas kita juga atau tidak? Kalau iya, gawat surawat! Tapi kekuatiran itu dijawab Sin Tae-yong, Timnas Sepakbola kita dalam 2 laga melawan Vietnam secara mengejutkan melibas 1-0 dan 3-0 dikandang lawan tanpa balas! Asa pun membumbung. Euforia.

Saya berandai-andai. Sebetulnya jika ingin memiliki timnas sepakbola yang disegani di ASEAN dulu deh, mulailah dari stadionnya. Ya, stadionnya. Dengan 270 juta jumlah penduduk, 34 provinsi, 416 Kabupaten dan 98 Kota, 17.000 pulau, masak sih tidak bisa membangun stadion cap jempol di kabupaten dan kota? Lapangan rumputnya jangan bergelombang, tapi standar FIFA.

Di kampung saya, Banten, ada 2 stadion yang rada aneh kehadirannya. Saya diam-diam suka menyusup ke dalam Stadion kebanggaan kota Serang, Stadion Maulana Yusuf. Stadion ini markas klub sepak bola Perserang Serang, yang dapat menampung sekitar 15.000 penonton.

Tapi, apa yang terjadi? Bujubene, track larinya dan lapangan rumputnya amburadul. Persis sama dengan tata kelola pemerintahan di Banten. Inilah awal mula kehancuran sepak bola Indonesia, stadionnya. TribunTernate.com menulis berita pada 11 November 2023 dengan judul “Malut United FC di Liga 2: Stadion Maulana Yusuf Tak Layak Tanding, Laga Malut United vs Perserang Serang Ditunda. Linknya di https://ternate.tribunnews.com/…/malut-united-fc-di….



