Peserta dibagi kedalam beberapa kelompok, kemudian tiap kelompok berdiskusi untuk bisa menawarkan gerak serta bunyi pada permainan ini, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan harmoni. Namun, memang hal ini agak sulit dan menjadi pembelajaran bersama bahwa dalam proses penciptaan dengan latar yang berbeda memiliki tingkat kesulitan.

Setelah bermain bunyi peserta diajak untuk bermain mata . Permainan ini berfokus pada mata sebagai gagasan yang mana mata diupayakan menjadi pemimpin bagi gerak tubuh aktor. Hal yang sulit tapi patut untuk dicoba tidak semua peserta menangkap maksud dari permainan ini tapi setelah penjelasan lebih dalam dari Mentor Bambang Prihadi pelan pelan peserta memahami.

Pada sesi hingga sore ini diakhiri dengan latihan menemukan emosi ada sekitar 4 emosi utama yang bisa dan boleh ditawarkan yakni emosi sedih, marah, bahagia , kecewa dan lain lain . Setiap peserta mencoba mempresentasikan pengalaman tubuhnya untuk bisa bermain atau menemukan emosi. Lokasi yang dipilih pada permainan ini adalah Amphi Teater yang masih berlokasi di Art Center Bali Purnati.




